Jokowi ke Jateng, Ganjar Pranowo Lapor 3 Zona Merah Corona

oleh -
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan kepada Jokowi bahwa Semarang, Demak dan Jepara termasuk zona merah virus corona (CNN Indonesia/Damar Sinuko)

Jakarta, Kabar Selebes — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan tiga wilayah yang termasuk zona merah atau memiliki risiko tinggi penularan kasus corona (Covid-19). Wilayah yang dimaksud adalah Semarang, Demak dan Jepara.

Ganjar menyampaikan itu di hadapan Presiden Joko Widodo yang tengah berkunjung posko penanganan Covid-19 di Semarang, Jateng, Selasa (30/6).

“Untuk risiko tinggi kita konsen ke Semarang, Demak, dan Jepara. Ini pantauan kita,” ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan saat ini pihaknya fokus pada penanganan corona di tiga wilayah tersebut. Pemprov Jateng akan terus membantu pemkab dan pemkot yang bersangkutan dalam menanggulangi virus corona.

“Kita tak bisa lepas dari Semarang Raya, ada Semarang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Salatiga. Kami bantu bupati, wali kota karena mereka pasukan di depan untuk amankan daerah masing-masing,” katanya.

Ganjar kemudian mengatakan penambahan kasus positif terinfeksi corona sempat melonjak hingga 922 kasus beberapa waktu lalu. Penambahan kasus ini diklaim Ganjar karena tes menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang sudah melampaui target.

Politikus PDIP itu juga mengaku tengah fokus pada penanganan sejumlah klaster yang menimbulkan banyak pasien terinfeksi. Ada sejumlah klaster yang disorot.

“Klaster yang menonjol adalah ASN Pemprov. Ini sekarang kita isolasi semua. Ada pegawai PLTU, panti lansia dan polres di Rembang. Kemudian tenaga kesehatan dan pegawai PLTU Jepara. Selebihnya yang terus kami ajak bicara klaster Ijtima Gowa,” ucap Ganjar.

Sementara itu, kepada zona hijau corona di wilayah Jateng, Ganjar meminta agar tiap daerah tak buru-buru membuka kembali aktivitas masyarakat. Merujuk pada data Rt atau angka penularan, wilayah Jateng masih cenderung sangat dinamis.

“Maka kalau banyak kabupaten/kota dibilang kuning dan hijau, saya bilang ojo kesusu agar semua bisa mawas diri. Per 26 Juni angka reproduksi efektif, yang merah menjadi perhatian kita,” katanya.

Berdasarkan data pemerintah pusat hingga Senin (29/6), ada 3.680 kasus positif virus corona di Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 1.109 sembuh dan 150 orang meninggal dunia.

Di lingkup nasional, total ada 55.092 kasus positif virus corona hingga Senin (29/6). Sebanyak 23.800 di antaranya sembuh dan 2.805 meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.

Sumber : CNNIndonesia.com

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 21 times, 1 visits today)