Tunjangan Duka, Cara Warga Desa Bora Mencegah Alih Fungsi Lahan

oleh -
Salah satu pertanian di Sigi

PALU, Kabar Selebes – Kebiasaan warga Desa Bora, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi menggadaikan hingga menjual lahan pertanian dan ternak saat sanak saudara mereka meninggal dunia, mengakibatkan lahan pertanian di wilayah ini kian menyempit.

Mengantisipasi hal itu, warga dan aparat desa berinisiatif menggagas program tunjangan Duka, guna mengantisipasi permasalahan tersebut. 

Kegiatan yang digagas sejak 2016 silam, terbukti efektif dalam menyelesaikan penyusutan lahan. Dengan urungan 10 ribu rupiah per orang, kebiasaan menjual ataupun menggadaikan lahan mulai ditinggalkan.

“Program ini lahir karena kekhawatiran kami selaku aparat desa yang melihat lahan pertanian kian berkurang. Alhamdulillah, tunjang duka ini efektif mengurangi kebiasaan warga menjual ataupun menggadaikan tanah mereka,” ungkap Kusmayadi, Kepala Desa Bora, Rabu (1/7/2020).

Lanjutnya, uang yang terkumpul dari warga diserahkan kepada ahli waris seminggu pasca anggota keluarga mereka meninggal.

Masyarakat di desa ini, juga memiliki kebiasaan mengumpulkan beras dua kilogram sebagai bentuk kepedulian mereka, untuk meringankan beban warga lain ketika tertimpa musibah.

 “Jadi uang yang dikumpulkan dalam program itu beda dengan bantuan langsung lainnya dari warga. Makanya sekarang sudah jarang warga yang jual tanah kalau ada kedukaan,” pungkasnya.(abd/sob)

Laporan : Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 41 times, 1 visits today)