Meski sudah Ditutup, SMP 9 Palu Masih Terima Kuota Peserta Didik Baru

oleh -
Kepala SMPN 9 Palu, Hilmi. S.Pd. M.Si

PALU, Kabar Selebes – SMP Negeri 9 Palu hingga saat ini masih menerima siswa baru untuk tahun ajaran baru 2020/2021.

“Meski secara jadwal telah ditutup, tapi kami masih membuka kesempatan bagi yang mau mendaftar,” kata kepala SMPN 9 Palu, Hilmi. S.Pd. M.Si saat ditemui pada  Senin (6/7/2020).

Hilmi mengungkapkan, SMP 9 Palu pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, menyediakan kuota 352 untuk 11 ruangan di kelas 7.

Dari kuota tersebut, Ia menyatakan untuk sementara jumlah siswa yang mendaftar belum mencapai kuota yang ditetapkan.

“Hingga saat ini masih kurang sedikit,” ungkapnya.

Dengan alasan kuota yang mencukupi, demikian yang menjadi dasar penerimaan masih tetap diberlakukan oleh SMP 9 Palu.

Hilmi mengungkapkan pada dasarnya SMP 9 dalam PPDB tetap mengikuti arahan dari dinas pendidikan.

Secara prosedur Hilmi menerangkan, apabila pada satu sekolah jumlah pendaftar melebihi kuota, maka data peserta akan di ekuivalenkan terlebih dahulu bersama daerah zonasi yang beririsan.

Ia menyatakan kekurangan pendaftar ini nantinya, bisa diambil dari sekolah yang berada di daerah yang beririsan, dalam hal ini yakni SMP 6 Negeri Palu yang berada di kelurahan Birobuli Selatan.

“Nanti data akan dikawinkan terlebih dahulu,seberapa banyak yang mendaftar di SMP 9 seberapa banyak di SMP 6,” terangnya.

Dari ekuivalensi data tersebut lanjutnya, apabila salah satu sekolah melebihi kuota maka akan diserahkan pada sekolah yang wilayahnya beririsan.

“Data harus divalidasi terlabih dahulu untuk menghindari data yang dobel pada 2 sekolah yang sama,” lanjutnnya.

Berdasaran sistem zonasi PPDB 2020 setiap sekolah menengah pertama diwajibkan menerima peserta  jalur zonasi 50 persen, jalur prestasi 30 persen dan pindahan 20% persen.

Berdasarkan peraturan tersebut, Hilmi mengungkapkan pihaknya hingga saat ini belum mendapat kesulitan dalam menyeleksi peserta didik yang mendaftar.

“SMP 9 fleksibel dalam penerimaan berbeda dengan sekolah lain yang tempatnya berdekatan, itu lebih rumit lagi,” katanya. (abd/ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 45 times, 1 visits today)