Pedagang Seragam Sekolah Sepi Pengunjung Jelang Tahun Ajaran Baru

oleh -
Tampak salah satu toko yang menjual seragam sekolah di Pasar Bambaru Kota Palu terlihat sepi dari aktifitas pembeli. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Pedagang seragam sekolah di Pasar Bambaru, Kota Palu masih terlihat sepi, meskipun menjelang tahun ajaran baru tingkat SD hingga SMA yang ditetapkan pada 13 Juli 2020 mendatang.

“Kalau di tahun sebelumnya, belum terjadi pandemik Covid-19, memasuki tahun ajaran baru, tempat dagangan kami ramai dengan pembeli seragam sekolah, baik siswa tingkat SD hingga menengah atas. Berbeda tahun ini, dagangan kami masih sepi. Padahal tahun ajaran baru sudah semakin dekat,” keluh salah seorang pedagang seragam sekolah di Pasar Bambaru, Hasnaeni (45) kepada KabarSelebes.ID, Rabu (8/7/2020).

Ia mengatakan, belum dibukanya proses pembelajaran di sekolah akibat pandemik Covid-19 berdampak terhadap pendapatnnya sebagai salah satu pedagang seragam sekolah.

Ia juga mengaku mengalami penurunan pendapatan yang hanya mencapai Rp3 Juta, terkadang pula bisa mencapai Rp5 Juta.

Berbeda dengan tahun sebelumnya kata dia, pendapatannya dari berdagang seragam sekolah bisa mencapai Rp7 Juta.

“Kalau tahun lalu, pendapatan saya mencapai Rp7 Juta, paling rendah Rp5 Juta. Tetapi sekarang, terkadang hanya Rp 3 Juta, kadang pula Rp 5 Juta,” akunya.

Hal yang sama juga dirasakan Abu Firdaus (35) yang juga sebagai pedagang seragam sekolah di Pasar Bambaru.

Selain mengalami penurunan omset penjualan kata dia, bahan yang dipesan menjadi bertambah mahal akibat pandemik Covid-19.

“Kenaikan seragam sekolah yang saya pesan, per satu pasangnya bervariasi. Ada yang naik menjadi Rp3 ribu dari harga sebelumnya dan ada pula, yang mencapai  Rp5 ribu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, di tahun sebelumnya, sepekan sebelum memasuki tahun ajaran baru, banyak siswa dan siswi ditemani orang tuanya yang datang membeli seragam sekolah di tempat dagangannya.

“Mungkin karena masih libur, dan tak tau sekolahnya kapan dibuka, sehingga tidak ada yang datang membeli. Apalagi, kalau siswa dan siswi belajarnya secara online, pasti tidak butuh seragam,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Nomor : 420/356/DIKBUD tertanggal 6 Juli 2020 menyatakan, persekolahan di Sulteng, baik kawasan hijau Covid-19, terlebih zona merah belum diizinkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. (rlm/ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....