Penyaluran Dana Stimulan Tahap II, Kepala BPBD Sigi: Ada 24.219 KK Bermasalah

oleh -
KETERANGAN FOTO: Peserta rapat koordinasi dan evaluasi pemanfaatan dana hibah stimulan tahap II berpose bersama. (f-Arfiah Efendi/KabarSelebes.ID)

SIGI, Kabar Selebes – Penyaluran dana stimulan tahap II telah mencapai 60 persen, namun terdapat data sebanyak 24.219 Kepala Keluarga (KK) yang bermasalah dikarenakan ketidakjelasan alamat dan dianggap tidak sesuai.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Sigi, Asrul dalam penyampaiannya pada rapat koordinasi dan evaluasi pemanfaatan dana hibah stimulan tahap II yang dilaksanakan di aula Hotel Jazz, yang juga dihadiri Asisten II, Iskandar Nongtji, Kepala Badan Keuangan, Hajar Modjo, perwakilan BNPB, Pendamping Nasional BNPB, Kepala BNI Sigi beserta koordinator tim TP4 Kabupaten Sigi, Jumat (10/7/2020).

“Soal 24.219 KK yang mengalami kekurangan, mulai dari alamat yang tidak jelas tidak tidak sesuai masih menjadi bahan koreksi,” katanya.

Ia mengatakan, penyaluran dana stimulan tahap II telah mencapai 60 persen, dan rencananya sisa dari dana tersebut yang mencapai 40 persen akan dilakukan pengajuan kembali untuk dapat disalurkan kepada masyarakat yang sempat tertunda akibat tidak sesuainya data di lapangan.

Namun, dalam penyampaiannya, Asrul tidak menyebutkan total keseluruhan besaran anggaran dana stimulan, baik yang telah tersalurkan mencapai 60 persen maupun sisanya 40 persen.

“Saya sangat berterima kasih atas upaya yang telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait, yang telah bekerjasama dalam penyaluran dana stimulan tersebut. Tetapi kendala-kendala yang terjadi harus diselesaikan secepatnya agar penyaluran dana stimulan tersebut dapat diselesaikan pada akhir Juli mendatang,” ujarnya.

Asrul mengaku bersyukur adanya laporan terhadap penyaluran yang sudah mencapai 60 persen yang rencananya sisanya dari 40 persen akan dilaporkan ke Jakarta berkaitan dengan penanganan, yang naik dan turun status.

Sehingga harus dilakukan perubahan RKA sesegera mungkin untuk menjadi patokan BMKG pusat dalam penyalurannya.

“Karena data yang tidak jelas sebanyak 24.219 KK mengakibatkan dana tersisa, yang rencananya akan dicoba untuk ditambahkan bagi masyarakat yang dianggap rawan atau sangat membutuhkan diajukan lagi melalui Bappenas atau melalui Kementrian Keuangan RI agar mereka bisa dapat bantuan dana stimulan. Apakah ditahap III atau seperti apa nantinya. Semoga itu bisa terwujud karena kita hanya bermohon,” tandasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Muh. Basir berharap agar tim TP4 dalam menyikapi berita-berita di sosial media atau medsos tidak mudah terpancing dan terprovokasi karena dapat mengakibatkan perpecahan.

“Saya mengapresiasi tim TP4 dan pendampingan BNPB yang telah membantu untuk penanganan bencana. Harapan saya dengan sisa waktu ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan kerjasama antara semua pihak agar proses penyaluran dapat berjalan dengan lancar tanpa mendengar isu yang beredar,” harapnya. (rlm/afi/fma)

Laporan: Arfiah Efendi

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 123 times, 1 visits today)