Terdakwa Penghina Walikota Palu Divonis 10 Bulan Penjara dan Denda Rp10 Juta

oleh -
KETERANGAN FOTO: Moh. Nasir Tula, terdakwa kasus penghinaan Walikota Palu. (f-Ist)

PALU, Kabar Selebes – Terdakwa Moh. Nasir Tula yang didakwa dalam penghinaan Walikota Palu, Drs. Hidayat dijatuhi vonis 10 bulan penjara dan denda senilai Rp10 Juta, subsider dua bulan kurangan oleh Ketua Mejelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu pada Kamis (9/7/2020).

Dalam putusan sidang yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Aisa H. Mahmud mengatakan, Moh. Nasir Tula secara sah dan bersalah melakukan tindakan pidana dengan sengaja menyebabkan diaksesnya informasi yang muatan penghinaan atau pencemaran nama baik, yang diatur dalam Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3) undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Usai membacakan putusan sidang, Ketua Majelis Hakim memberikan waktu tujuh hari kepada terdakwa untuk menyatakan sikap menerima atau mengajukan banding.

“Perbuatan terdakwa menyebabkan nama korban dan keluarga menjadi tercemar dan merasa malu serta kepercayaan masyarakat terhadap korban menjadi berkurang sebagai Walikota Palu,” katanya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebutkan, kasus tersebut berawal dari rasa ketidakpuasan terdakwa saat dilaksanakan Festival Palu Nomoni yang juga menggelar ritual hadat, yang menurut terdakwa dilarang agama.

Pelaksanaan ritual tersebut dianggap sebagai penyebab gempa bumi, likuefaksi dan tsunami pada 28 September 2018.

Ketidakpuasan tersebut kemudian dituangkan ke media sosial melalui akun Facebook milik terdakwa pada 20 Oktober 2018.

Dalam akun facebooknya, terdakwa menuliskan status yang berisi “‘Siiap bergabung..Insya Allah dalam waktu dekat kita buat group WA. Turunkan mereka berdua dan sama bergerak tanpa ada unsur kepentingan sama sekali. Semata2 niat selamatkan Palu dari pemimpin pemuja setan” dan “manusia…MANUSIA itu HIDAYAT pemuja setan. SIAPA YG BELA WALIKOTA disini DIA JUGA SETAN”.

Berdasarkan postingan tersebut, terdakwa kemudian dilaporkan ke Polda Sulteng pada tanggal 23 Oktober 2018 dengan laporan polisi Nomor: LP/511/X/2018/Sulteng/SPKT Tanggal 23 Oktober 2018.

Dikonfirmasi terkait putusan sidang, Moh. Nasir Tula mengaku akan mengajukan banding terkait vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Palu.

“Saya sudah daftar tadi untuk banding,” akunya.

Nasir juga mengaku tetap berjuang semampunya dalam mencari keadilan yang sesungguhnya, bahkan sampai ke jenjang Mahkama Agung karena prosesnya masih panjang. (rlm/rkb/fma)

Laporan: Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 804 times, 1 visits today)