Pemukiman Warga di Parimo Tergerus Banjir, Selain 6 Rumah Hanyut, 12 Terancam dan 77 Jiwa Mengungsi

oleh -
KETERANGAN FOTO: Tampak kondisi pemukiman warga yang tergerus arus banjir, yang mengakibatkan enam rumah hanyut dan 12 lainnya terancam. (f-Roy L. Mardani/KabarSelebes.ID)

PARIMO, Kabar Selebes – Pemukiman warga di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tergerus banjir, selain enam rumah hanyut, 12 lainnya terancam dan 77 jiwa terpaksa mengungsi.

Banjir yang diakibatkan hujan deras hinggga menghayutkan enam rumah, yang melanda Kabupaten Parimo dan sekitar pada Sabtu (11/7/2020) malam, terjadi sekitar pukul 22.00 Wita.

Ke enam rumah warga yang hanyut itu, berada disekitar lokasi muara sungai, tepatnya di Dusun I Desa Boyantongo.

“Malam sebelum kejadian itu, kami sudah perkirakan, banjir yang terjadi akan menggerus bibir sungai. Tetapi pada pagi harinya, banjir di sungai mulai surut. Tetapi saya bersama lima pemilik rumah lainnya yang hanyut sudah mengevakuasi barang-barang dari rumah kami. Ternyata prediksi kami benar, sekitar jam 10 malam rumah kami hanyut karena tanah tergerus banjir yang terjadi karena hujan deras,” terang Sukri yang merupakan salah satu warga pemilik rumah, yang hanyut terseret arus banjir kepada KabarSelebes.ID, Minggu (12/7/2020).

Menurut Sukri, pagi hari sebelum kejadian itu, jika alat berat diturunkan untuk melakukan normalisasi sungai, diperkirakan arus banjir tidak akan menggerus bibir sungai dan menghanyutkan rumah miliknya.

Hanya saja, upaya yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mendatangkan alat berat terkendala.

Tidak hanya itu, warga setempat bersama Pemdes juga berusaha meminta bantuan kepada operator alat berat yang tengah mengerjakan pembangunan bronjong disekitar muara sungai.

Namun, operator alat berat tersebut mengaku takut, ketika melakukan normalisasi sungai akan terjadi banjir yang lebih besar lagi.

“Jauh sebelum terjadi banjir, memang ada alat berat yang bekerja di muara sungai untuk pembangunan bronjong. Tetapi, ketika kami meminta bantuan untuk segera melakukan normalisasi sungai, operatornya mengaku takut. Seandainya sungai itu sempat dinormalisasi, saya yakin rumah kami tidak akan hanyut,” katanya.

Kepala Seksi Kedaruratan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Parimo, Hasnawir MB. Maswi mengatakan, usai menerima laporan kejadian itu, pihaknya langsung melakukan peninjauan di lapangan.

Selain itu, BPBD juga turut membantu warga yang tertimpa musibah melakukan evakuasi seluruh barang, yang rumah hanyut maupun terancam.

Selain itu, BPBD Kabupaten Parimo juga melakukan pendataan, baik warga yang rumahnya hanyut maupun, yang dianggap terancam.

Dari hasil pendataan tersebut kata dia, tercatat sebanyak 56 jiwa yang terpaksa mengungsi karena rumahnya terancam hanyut.

Sedangkan enam rumah yang hanyut, tercatat sebanyak 21 jiwa yang terpaksa juga mengungsi ke rumah keluarganya.

“Total keseluruhan warga yang mengungsi sebanyak 77 jiwa. Sedangkan total keseluruhan kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp365 Juta.

Ia menambahkan, atas kejadian itu, BPBD Kabupaten Parimo bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang juga berada di lokasi sejak malam kejadian akan melakukan upaya normalisasi sungai dan pendistribusian bantuan logistik bagi warga yang mengungsi.

“Upaya normalisasi akan sudah pasti akan dilakukan. Begitu juga dengan pendistribusian bantuan logistik bagi warga yang mengungsi,” terangnya. (rlm/fma)

Laporan: Roy L. Mardani

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 288 times, 1 visits today)