Sejarah 50 Tahun Pesawat Supersonik Concorde

oleh -
Pesawat concorde (iStockphoto/stockcam)

Jakarta, Kabar Selebes — Aerospatiale-BAC Concorde adalah sebuah pesawat supersonik sayap delta yang merupakan satu dari dua jenis pesawat penumpang supersonik yang pernah melayani jalur transportasi secara komersial.

Pengembangan pesawat supersonik dilakukan pertama kali pada akhir 1950-an. Ada empat negara yang terlibat yaitu Britania Raya (Inggris), Prancis, Amerika Serikat, dan Uni Soviet (sekarang Rusia).

Perusahaan maskapai Bristol Aeroplane Company dari Inggris dan perusahaan asal Prancis Sud Aviation membuat desain pesawat supersonik masing-masing yaitu Bristol Type 223 dan Sud-Aviation Super Caravelle.

Kedua desain tersebut memulai produksi prototipenya pada awal 1960-an. Setelah menempuh negosiasi yang cukup alot, akhirnya diputuskan bahwa Inggris dan Prancis akan serius menggarap pesawat supersonik ini pada 28 November 1962.

Pembangunan dua prototipe pesawat dimulai pada Februari 1965 yaitu prototipe 001 yang dibangun oleh Sud Aviation Prancis dan 002 oleh Bristole Aeroplane Company Inggris.

Setiap spesifikasi dipilih dengan cermat. Kecepatan jelajah Mach 2.04 (1.354 mph, 2.179 km per jam) dipilih karena kecepatan asli Mach 2.5 akan membutuhkan pembangunan Concrode dari titanium dalam jumlah yang sangat besar.

Oleh karena itu seperti dilansir New Atlas, kecepatan jelajah Mach 2.04 dinilai cukup baik karena dapat menghemat bahan bakar karena memungkinkan Concorde membakar 4.880 gal (22.000 liter) per jam. 

Mesin turbojet dipilih karena mesin turbofan meliki banyak hambatan. Tekanan kabin disetel setara dengan 6.000 kaki (1.800 meter) untuk kenyamanan penumpang maksimum.

Pesawat dibalut cat warna putih yang merupakan cat khusus tahan panas. Bahkan pada bagian toilet, dirancang khusus dengan pipa yang sudah dipanaskan untuk menjaga agar air limbah tidak membeku saat dibuang ke laut.

Lalu bagian hidung pesawat dirancang seperti paruh burung dan ini merupakan ciri khas dari pesawat supersonik Concorde.

Pilot dilindungi oleh pelindung khusus dengan panel kaca tahan suhu tinggi setebal 1,5 inci.

Sud Aviation Prancis memulai uji coba pertama Concorde 001 pada 2 Maret 1969 yang dikemudikan oleh Pilot Andre Turcat. Sebulan kemudian, Concorde 002 yang dirancang Bristole Aeroplane Company Inggris diuji coba pada 9 April 1969.

Kedua prototipe pesawat supersonik itu pertama kali diperkenalkan ke publik saat acara Paris Air Show awal bulan Juni 1969.

Pesawat supersonik Concorde mulai melakukan perjalanan komersial pada 21 Januari 1976 dengan penerbangan awal London-Bahrain dan Paris-Rio de Janeiro.

Setidaknya ada 16 pesawat Concorde yang diproduksi massal antara tahun 1966 dan 1979 oleh Sud Aviation Prancis dan ristole Aeroplane Company Inggris.

Tujuh dari ke-16 pesawat itu dikirim ke British Airways dan Air France.

Pesawat Concorde (Dok. commons.wikimedia.org)
Pesawat Concorde yang punya kecepatan terbang supersonik alias setara kecepatan suara (Dok. commons.wikimedia.org)

Selama berkiprah di dunia penerbangan, Concorde sudah mengangkut 3,7 juta penumpang dan jam terbangnya sudah lebih dari 200 ribu jam terbang.

Pesawat ini mampu membawa 144 penumpang dengan kecepatan 2.200 km per jam pada ketinggian 17.700 meter. Dengan kecepatan ini, Concorde hanya membutuhkan waktu dua setengah jam dari Paris ke New York.

Ketinggian pesawat saat mengudara juga membuat penumpang bisa melihat lengkung horizon permukaan Bumi dari atas.

Penerbangan komersial yang dioperasikan oleh British Airways dan Air France dimulai pada 21 Januari 1976 dan berakhir pada 24 Oktober 2003, dengan penerbangan terakhir pada 26 November tahun yang sama.

Tahun 2000 Concorde Mengalami Kecelakaan yang Tewaskan Semua Penumpang

Pada Juli 2000, pesawat Concorde mengalami kecelakaan fatal yang dialami oleh maskapai Air France dengan nomor penerbangan 4590, seperti dilansir Popular Mechanics.

Kecelakaan terjadi karena ban tertusuk oleh titanium dari pesawat lain yang tengah terbang dan tangki bahan bakar juga pecah. Tak lama kemudian, pesawat jatuh dan menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 109 orang, seperti dikutip Popular Mechanics. Kala itu, Concorde melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Charles de Gaulle Paris, Prancis menuju New York, Amerika Serikat.

Sayangnya pihak maskapai Air France 4590 sama sekali tidak bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

Harga tiket yang perlu dibayar untuk menumpang pesawat ini sangat mahal. Sehingga, pesawat ini tak populer dan akhirnya berhenti di sekitar 16 tahun lalu. Namun, sekarang beberapa startup penerbangan dan perusahaan berusaha menghidupkan kembali bisnis penerbangan supersonik ini. (fma)

Sumber : CNNIndonesia.com

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 22 times, 1 visits today)