Kunjungan Pansus Padagimo, Wabup Parimo Sebut Ada 553 Rumah Rusak Berat

oleh -
KETERANGAN FOTO: Pertemuan antara tim Pansus Padagimo DPRD Sulteng menggelar pertemuan bersama Pemkab Parimo yang dihadiri pula Ketua DPRD Sayutin Budianto. (f-Roy L. Mardani/KabarSelebes.ID)

PARIMO, Kabar Selebes – Kunjungan tim Pansus Padagimo DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) disambut langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), H. Badrun Nggai, Senin (13/7/2020).

Dihadapan tim Pansus Padagimo yang dipimpin langsung Budi Luhur selaku ketua, Wabup Badrun menyebutkan, ada sebanyak 553 rumah yang rusak berat di Kabupaten Parimo akibat gempa bumi 28 September 2018 lalu.

Selain 553 rumah rusak berat, dalam kegiatan yang dilaksanakan di aula lantai II Kantor Bupati Parimo, Wabup Badrun juga menyebutkan, ada sebanyak 15 orang warga meninggal dunia yang menjadi korban gempa bumi.

Badrun menjelaskan, dari jumlah total 553 rumah yang rusak berat tersebut, sebanyak 427 mendapat bantuan dana pusat BNPB.

Sedangkan 126 rumah lainnya kata dia, mendapat bantuan dari Dana Alokasi Khusus atau DAK melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Parimo.

“Alhamdulillah pencairan tahap pertama 100 persen terselesaikan. Kami sangat bersyukur masyarakat antusias,” terang Badrun.

Ia menambahkan, khusus untuk korban yang meninggal dunia sebanyak 15 orang telah dibayarkan santunanya kepada ahli waris yang berhak menerima.

“Bagi korban yang meninggal dunia sudah dibayarkan kepada ahli waris, dan ini terus kami awasi. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada masalah. Total keseluruhan anggaran yang diperuntukan bagi bantuan rumah rusak berat dan korban meninggal dunia senilai Rp85 Miliar lebih,” bebernya.

Budi Luhur mengatakan, Kabupaten Parimo merupakan wilayah terakhir yang dikunjungi dengan tujuan untuk melihat dan mendengarkan secara langsung dampak kerusakan akibat gempa bumi.

Sesuai tugasnya kata dia, tim Pansus Padagimo menjalankan tugas kemanusiaan untuk penaganan rehab rekon.

“Tujuan kunjungan kami ada tiga hal, yaitu melihat penanganan rehab rekon, pemulihan ekonomi, dan pemulihan psikologi pasca Gempa,” terangnya.

Ia menambahkan, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) dalam penanganan rehab rekon sampai Desember 2020, dibeberapa kabupaten harus proaktif.

Ia menjelaskan, Pansus yang dipimpinnya itu, awalnya dinamai Pasigala atau Palu, Sigi dan Donggala, namun karena melihat kondisi Kabupaten Parimo juga sebagai daerah terdampak akhirnya diubah menjadi Pansus Padagimo.

“Pertama kami membentuk pansus Pasigala, dan itu hanya menangani tiga daerah saja, akan tetapi dengan melihat kondisi Kabupaten Parimo juga banyak rumah yang rusak, sehingga kami sepakat menggantinya,” tandasnya. (rlm/fma)

Laporan: Roy L. Mardani

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 22 times, 1 visits today)