Hilang di Pegunungan Mepanga, Dua Bocah Kakak Beradik Belum Ditemukan

oleh -
Tim SAR gabungan sesaat sebelum menuju lokasi yang diperkirakan menjadi tempat kedua korban hilang. (foto : doc SAR Songulara Parimo)

PARIMO, Kabar Selebes – Seorang bocah perempuan Tiara (10) bersama adiknya yang masih balita diketahui bernama Undo (6), yang dinyatakan hilang pada Selasa 28 Juli 2020 lalu, disekitar kawasan pegunungan Pusung Kadera, Desa Bugis Utara, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) hingga kini belum ditemukan.

Berdasarkan informasi, Tiara bersama adik perempuannya tersebut awalnya berpamitan kepada bapaknya yang diketahui bernama Utilagabe ke kebun pamannya, yang hanya bersebelahan dengan tempat tinggal mereka untuk meminta sagu.

Pada saat yang sama, Utilagabe juga menyampaikan kepada kedua anaknya untuk pergi ke kampung mengambil Bantuan Langsung Tunai atau BLT.

Sekitar pukul 10.00 Wita, Utilagabe lebih dulu beranjak dari tempat tinggalnya, ketimbang kedua anaknya.

Ketika tiba kembali di pondok kebun tempat tinggalnya sekitar pukul 18.00 Wita, Utilagabe tidak menemukan kedua anaknya.

Merasa khawatir, Utilagabe pun pergi ke kebun saudaranya, tempat ke dua anaknya mengambil sagu.

Namun, menurut saudaranya, kedua anaknya itu, sudah balik dari kebunnya sejak pukul 11.00 Wita.

Kemudian, Utilagabe melaporkan hal itu kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bugis Utara dan langsung melakukan pencarian, namun belum membuahkan hasil.

Ketua tim SAR Gabungan, Adiansyah mengatakan, laporan yang disampaikan Pemdes Bugis Utara kepada Basarnas diterimanya pada Sabtu (1/8/2020).

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Pos Parimo bersama SAR Songulara langsung melakukan persiapan dan kemudian berangkat menuju Desa Bugis Utara sekitar pukul 06.30 Wita.

Ketika tiba di Desa Bugis Utara sekitar pukul 12.00 Wita, tim langsung berkoordinasi dengan Pemdes setempat dan langsung mendirikan posko.

“Sekitar pukul 12.30 Wita, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban dengan luas area 1.28 KM² berdasarkan empat titik koordinat,” ujarnya.

Ia menambahkan, alat pendukung yang digunakan, yakni satu unit truck personil dan palsar pendukung lainnya.

“Tim SAR gabungan ini terdiri dari tim rescue pos SAR Parimo empat orang, TNI AD satu orang, Satpop PP satu orang, SAR Songulara empat orang, KPA Ungka Malino enam orang, staf Camat Mepanga empat orang, masyarakat setempat 26 orang, Sekretaris Desa Bugis Utara, anggota BPB Desa Bugis Utara satu orang, dan LPM Bugis Utara satu orang,” jelas Adiansyah. (rlm)

Laporan : Roy L. Mardani

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 208 times, 1 visits today)