Walikota Palu Resmikan Dua Mushola Bantuan BNI

oleh -
Walikota Palu Drs. Hidayat M.Si, secara simbolis meresmikan 2 Mushola bantuan oleh Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Palu, di kawasan Hunian Tetap kelurahan Balaroa. Senin (3/7/2020) (Foto: Doc. Humas)

PALU, Kabar Selebes – Pemerintah kota Palu melalui walikota Drs. Hidayat M.Si, meresmikan secara simbolis dua Mushola bantuan dari Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Palu pada Senin (3/7/2020).

Peresmian sendiri berlangsung di kawasan Hunian Tetap (Huntap) kelurahan Balaroa.

Adapun bantuan kedua tempat ibadah umat Islam tersebut diberi nama Mushola Al-Hidayah terletak di Hutan Kota Kaombona dan kawasan Huntap kelurahan Balaroa kota Palu.

Hidayat pada sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas nama Pemerintah dan masyarakat kota Palu kepada pihak BNI cabang Palu yang telah memberikan bantuan dua Mushola kali ini.

Terlebih kata dia, pihak BNI terus berupaya untuk membantu pemerintah Kota Palu pasca tertimpa bencana 2 tahun silam.

Ia berharap Mushola yang dibangun kali ini bisa dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat.

“Bahkan kedepan Mushola yang dibangun diharapkan bisa menjadi Masjid,” Katanya.

Selain itu Hidayat juga mengatakan, pemerintah terus berjuang dan berusaha dalam melakukan upaya-upaya percepatan pembangunan Huntap bagi penyintas bencana di kota Palu.

Ia mengungkapkan penanganan yang dilakukan pemerintah kota Palu tidak jarang dihadapkan oleh persoalan yang luar biasa.

“Dalam percepatan penanganan musibah alam ini kita bekerja betul-betul ‘out of the box’ salah satunya percepatan pembangunan Huntap,” ungkapnya.

Secara rinci Hidayat menyampaikan telah menganggarkan Rp103 Miliar dari APBD untuk membangun fasilitas jalan dan drainase yang ada di kawasan Huntap termasuk jalan lingkar luar kota Palu yang lebarnya sekitar 40 meter.

“Kurang lebih 15 kilometer jalan kita bangun, 7 kilometer di antaranya adalah jalan paling lebar yakni 40 meter kita bangun,” paparnya.

Demikian, Hidayat berharap pembangunan di wilayah kota Palu dapat tertata dan terstruktur sesuai dengan apa yang direncanakan, sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pembangunan yang dinilai amburadul.

“Jangan izinkan perumahan-perumahan membangun lagi jalan yang lebarnya cuma empat meter, minimal lebar jalan sekitar 7 meter. Dan saya tidak mau kalau drainasenya bukan pondasi,” tandasnya. (*/ap/fma).

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 25 times, 1 visits today)