Tuntut Percepatan Pembangunan Hunian Tetap, Solidaritas Rakyat Korban Bencana Sambangi Kantor DPRD dan Walikota Palu

oleh -
Suasana demonstrasi massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Rakyat Untuk Korban Likuifaksi dan Tsunami kota Palu, ketika menyambangi Kantor Walikota Palu, Selasa (8/4/2020). Massa aksi menuntut pemerintah terkait mempercepat pembangunan Hunian tetap bagi korban penyintas gempa bumi 28 September 2019 Silam. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas rakyat untuk korban Likuifaksi dan Tsunami kota Palu, melakukan aksi pada Selasa (8/4/2020) menuntut percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana.

Aksi yang diawali mendatangi kantor DPRD Kota Palu melalui kordinator lapangannya Ismail, massa aksi menuntut pihak DPRD agar mendesak pemerintah terkait untuk segera membangun Huntap mengingat ribuan orang masih tinggal di Hunian Sementara.

Ismail selaku korlap dan beberapa perwakilan yang diterima oleh Anggota DPRD meminta agar anggota perwakilan rakyat mengeluarkan surat rekomendasi untuk sebagai legitimasi pernyataan sikap.

“Kalau bapak ibu lihat kondisi di Huntara saat ini, hampir tidak layak untuk mereka huni,” ungkap Ismail.

Demikian Ia meminta negara melalui DPRD dengan tegas hadir ditengah-tengah masyarakat, untuk segera memberi penghidupan yang layak bagi penyintas Gempa bumi 28 September 2019 silam.

“Kalau dilihat hingga saat ini, jangankan 3000, mungkin 2000 saja yang belum ada tinggal di Huntap,” kata Ismail yang juga mengungkapkan mengkesampingkan perihal konflik penyediaan lahan Huntap.

“Sehingga hari ini kami meminta kepada DPR untuk meminta kepada pemerintah pusat, dalam hal ini PUPR-kah, meminta pemerintah kota, meminta satgas, untuk segera dan tegas membangun persoalan huntap, selesai,” tegas Ismail.

Perwakilan Massa aksi, yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Rakyat Untuk Korban Likuifaksi dan Tsunami kota Palu, ketika menyampaikan aspirasi dihadapan Anggota DPRD Kota Palu di ruang rapat Kantor DPRD Kota Palu, Selasa (4/8/2020) (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

Selain itu adapun 2 tuntutan lainnya yang dilayangkan massa yaitu meminta walikota bersikap tegas menlanjutkan pembangunan Huntap 1,2,3, dan 4, serta meminta ketua satgas rehab/rekon mengawal tuntas pembangunan huntap.

–              DPRD Tak Bisa Keluarkan Rekomendasi.

Sementara itu Ketua DPRD Moh. Ikhsan Kalbi beserta pansus Rehab/Rekon yang menerima massa aksi menyatakan tidak bisa mengeluarkan surat rekomendasi.

Iksan menyatakan untuk sementara akan ada pihak pansus Rehab/Rekon yang akan mengundang untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama massa aksi.

Selain itu melalui ketua Pansus rehab/rekon DPRD Muhammad Syarif mengungkapkan, permasalahan banyak pada persoalan lokasi Penetapan Lokasi (Penlok) Huntap yang masih tumpang tindih terhadap penyediaan lahan.

Inilah yang menurutnya masih menjadi polemik ditengah masyarakat untuk segera diselesaikan.

“Tapi ada juga masyarakat ketika mau dibangunkan huntap, tidak mau ke Huntap, ada juga yang tidak punya rumah minta punya data jadi punya rumah,” kata Syarif.

Pansus meminta sementara permasalahan agar bisa didiskusikan bersama sehingga bisa dicarikan jalan keluar.

-Pemerintah Kota Upayakan Desember Huntap Telah Dibangun

Setelah mendengarkan pendapat dari pihak DPRD, ratusan massa kemudian melanjutkan aksinya menuju ke kantor walikota dengan membawa tuntutan yang sama.

Setibanya didepan kantor Walikota massa aksi lantas disambut oleh pemerintah Kota Palu dalam hal ini diwakili oleh Sekertaris Kota H. Asri. SH

Asri pada keterangannya menyatakan bapak walikota Palu sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat pembangunan huntap.

“Bahkan sudah meminta bantuan aparat penegak hukum, kalau ada pihak-pihak yang menghambat pembangunan huntap, supaya diproses secara hukum,” ungkapnya.

Demikian ia meminta agar masyarakat tidak khawatir pasalnya pemerintah kota sudah bekerja habis-habisan untuk menyelesaikan pembangunan Huntap.

“InsyaAllah Desember sudah bisa tuntas semua, kalau tidak ini tentunya akan jadi masalah bagi kita,” demikian Asri. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 63 times, 1 visits today)