Palasa Tertinggi Kasus Malaria di 2019, Kini Turun Drastis Jadi 3 Kasus

oleh -
Wabup Parimo, Badrun Nggai didampingi dr. Agus S. Hadi saat menandatangani kesepakatan dan rencana tindak lanjut komitmen upaya memutus mata rantai pengendalian vektor nyamuk Anopheles di Kecamatan Palasa. (Foto : doc Humas Pemkab Parimo)

PARIMO, Kabar Selebes – Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tercatat paling tinggi sebanyak 76 kasus malaria, kini turun drastis di 2020 hingga tiga kasus.

Hal itu berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo terkait wilayah dengan tingkat penyeberan malaria tertinggi di 2019.

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Parimo, Badrun Nggai, SE dalam penyampaiannya sebagai pemateri pada kegiatan membangun komitmen bersama dalam upaya memutus mata rantai pengendalian vektor nyamuk Anopheles yang dilaksanakan Dinas Kesehatan mengatakan, dalam kesepakatan dan rencana tindak lanjut ada beberapa hal yang disetujui, diantaranya kepedulian seluruh Pemerintah Desa (Pemdes) di Kecamatan Palasa agar mengalokasikan Dana Desa atau DD untuk mengendalikan penyebaran malaria dengan melakukan penyemprotan, pengadaan kelambu anti malaria, pemberantasan sarang nyamuk melalui Jumat bersih seperti yang ditargetkan.

“Jumlah kasus malaria di Kecamatan Palasa tinggal tiga kasus. Ditargetkan pada tahun 2021, Kecamatan Palasa harus bebas dari malaria. Makanya seluruh Pemdes di Kecamatan Palasa harus benar-benar memperhatikan hal-hal yang telah disepakati dan sungguh-sungguh dalam pelaksanaannya,” ujar Wabup Badrun dalam kegiatan yang dihadiri Camat Palasa, Pemdes se-Kecamatan Palasa, dan para tokoh pada Rabu (5/8/2020).

Menurut Wabup Badrun, eliminasi malaria merupakan upaya untuk menghentikan penularan malaria dalam satu wilayah geografis tertentu, namun tidak menutup kemungkinan ada kasus serupa wilayah lainnya.

“Penyebaran malaria tidak mengenal batas wilayah administrasi, makanya membebaskan masyarakat dari malaria atau eliminasi malaria memerlukan komitmen global, regional, bahkan nasional,” kata Badrun menambahkan.

Ia menambahkan, selain penularan penyakit malaria, masyarakat juga harus mewaspadai berbagai penyakit menular lainnya seperti TBC, HIV/AIDS, dan Covid-19.

Olehnya, pihak Puskesmas, Pemerintah Kecamatan dan Pemdes dapat mensosialisasikan bahaya penularan penyakit HIV/AIDS, TBC dan Covid-19 kepada masyarakat.

Menurutnya, mengatasi beberapa penyakit menular, khususnya Covid-19 harus dimulai dari tingkat Desa.

“Mencegah penyakit itu, jangan ketika sakit, lantas baru sibuk dengan pengobatan,” tandasnya. (rlm)

Laporan : Roy L. Mardani

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 33 times, 1 visits today)