Tolak Operasi Tambang PT GIU, Masyarakat Desa Tudua Bubuhkan 1.000 Tandatangan

oleh -
Spanduk putih yang bertuliskan "1000 Tanda Tangan Masyarakat Tudua Menolak Tambang PT.GIU" di depan halaman salah satu rumah warga desa Desa Tudua, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (7/8/2020). Spanduk tersebut merupakan respon dari masyarakat desa menolak rencana aktivitas tambang batuan dan pembangunan smelter oleh perusahaan PT Graha Istika Utama (GIU). (Foto: Ist)

MOROWALI, Kabar Selebes – Sejumlah masyarakat Desa Tudua, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menolak rencana aktivitas pertambangan batu oleh Perusahaan PT Graha Istika Utama (GIU).

Penolakan Masyarakat desa ditunjukan dengan membubuhkan 1.000 tandatangan diatas kain spanduk putih yang dipasang di depan halaman salah satu rumah warga.

“Kami membubuhkan 1.000 tandatangan sebagai bentuk penolakan terhadap PT GIU yang akan membangun smelter di desa kami, yaitu di Desa Tudua,” ungkap sejumlah warga Desa Tudua, Jumat (7/8/2020).

Sebagaimana diketahui masyarakat, PT GIU rencananya akan membangun smelter pengolahan batuan di Desa Tudua dan Desa Puungkoelu, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Warga menyatakan menolak secara tegas pasalnya diketahui perencanaan operasi PT GIU dimulai pada saat menggelar sosialisasi Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) belum lama ini.

Meski Sosialisasi Amdal saat itu dihadiri oleh dinas lingkungan hidup Kabupaten Morowali, pihak perusahaan, pemerintah desa Tudua dan desa Puungkoelu, serta perwakilan masyarakat desa, masyarakat tetap bersitegas untuk menolak aktivitas pertambangan.

Penolakan itu ditunjukan atas berbagai dasar pertimbangan, diantaranya, Wilayah Desa Tudua adalah wilayah pesisir pantai putih secara khusus di Kabupaten Morowali yang sudah jarang ditemukan.

Selanjutnya, 90% masyarakat Desa Tudua bergantung hidup dari hasil tani, seperti pala, cengkeh, jambu mente, dan coklat, serta bergantung dari sumber air pegunungan.

Serta kawasan hutan di Desa Tudua masih mempunyai hewan endemik yang berkeliaran untuk mencari kehidupan. (ahl/ap)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 87 times, 1 visits today)