Jelang Pilkada, Sulteng Bergerak Ajak Penyintas Pelajari Trackrecord Kandidat

oleh -
Beberapa penyintas bencana Gempa bumi 28 September 2018 silam di Salah satu Hunian Sementara (Huntara) kota Palu. (Foto: ist)

PALU, Kabar Selebes – Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sulteng Bergerak, mengajak penyintas Padagimo yang terdampak bencana 28 September 2018, mulai mempelajari trackrecord kandidat yang akan bertarung dalam kotestasi politik di Sulawesi Tengah.

Adriansah Manu selaku Kordinator Sulteng Bergerak pada Senin (10/8/2020) mengungkapkan, baik pemilihan Gubernur, Wali Kota dan Bupati di tiga kabupaten terdampak bencana, penyintas harus betul memahami latar belakang dari pasangan calon yang akan bertarung.

“Para penyintas harus benar-benar mempelajari rekam jejak masing-masing kandidat yang akan bertarung, jangan sampai terlena dengan janji-janji politik,” tutur Kadi Sapaan akrabnya.

Ia mengajak penyintas harus benar-benar mengetahui motivasi masing-masing kandidat, bukan lantas memilih karena kedekatan keluarga, suku, agama atau emosional.

Terlebih kata dia, yang harus dihindari yakni kontestan yang sampai menggadaikan suara, yang notabennya sangat berbahaya baik melanggar hukum serta menyangkut nasib penyintas ke depan.

“Mengenal kandidat harus dimulai dari mengetahui rekam jejak, visi, misi, program dan keberpihakkan kandidat terhadap para penyintas,” ujarnya.

Kadi kemudian berharap, pemimpin di masa yang akan datang harus punya kepedulian terhadap para penyintas, terutama berani dan mau menyelesaikan sejumlah masalah pasca bencana.

Lebih lanjut diterangkan Kadi, kandidat yang mesti dipertimbangkan untuk memimpin daerah terdampak ke depan adalah kandidat yang mengerti dan memahami persoalan penyintas selama kurang lebih 22 bulan pasca bencana.

Selain memahami persoalan penyintas, kata Kadi, yang harus dipertimbangkan yakni kemauan politik dari masing-masing kandidat, bukan sekedar janji untuk menyelesaikan kompleksitas masalah yang selama ini dihadapi para penyintas.

Melihat nasib penyintas sangat bergantung dengan pemimpin daerah di masa yang akan datang, demikian Kadi berharap, penyintas harus benar-benar tahu siapa kandidat yang nanti akan dipilihnya, jangan sampai salah dalam memilih.

“Kalau kita memilih pemimpin yang tepat, kami yakin persoalan penyintas akan secepatnya terselesaikan, karena ini hanya soal kemauan dan keberpihakan kepada penyintas.” tandasnya (*/ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 84 times, 1 visits today)