Ngabalin: Jangan-jangan Perempatan Dibilang Salib

oleh -
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Ngabalin menyebut logo HUT ke-75 RI adalah karya seni. (Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)

Jakarta, Kabar Selebes — Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin membantah tudingan bahwa logo peringatan hari ulang tahun (HUT) RI ke-75 mirip salib. Menurut dia, tudingan itu cuma persepsi yang salah terhadap karya seni.

Sebelumnya, Organisasi masyarakat (Ormas) Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menilai logo tersebut menyerupai salib.

“Logo ini murni dan resmi asli bukan salib ini adalah sebuah karya seni yg dibuat dan dilakukan oleh teman-teman anak indonesia yg memiliki kemampuan karya seni yang luar biasa,” cetusnya, dalam video yang diunggah pada kanal YouTube Ngabalin Channel, dikutip Selasa (11/8).

Ia kemudian menunjukkan logo resmi HUT ke-75 RI yang pada bagian sampingnya memperlihatkan deretan kotak-kotak beragam motif yang menyilang.

“Kalau dia dalam bentuk horison[tal] seperti ini. Tapi kalau Anda posisikan dia seperti dalam bentuk vertikal, nah pasti berbentuk seperti yang ada di kepalamu,” ujar dia.

Menurutnya, semua pihak mesti melihat dari perspektif kebersamaan, bukan berdasarkan “pikiran-pikiran penuh kecurigaan, kebencian”.

“Jangan-jangan nanti ada perempatan jalan, persimpangan di dekat rumahmu kau bilang lagi itu bentuk salib. Jangan kau jalan lah di atas salib itu karena dia berbentuk salib,” sindir Ngabalin.

Infografis yang menerangkan tentang berbagai kasus pelanggaran HAM di Asia Tenggara.
Foto: Astari Kusumawardhani

“Jangan begitu. Kita punya suasana ini dalam suasan pandemi jangan sampai menurunkan imunitas kita. Semangat kebersamaan harus dibangun,” cetusnya.

Sebelumnya, DSKS menilai desain tersebut mencederai perayaan kemerdekaan RI yang seharusnya menjadi momen persatuan bangsa.

“Kita berharap desain yang beredar di bangunan milik pemerintah segera ditarik,” kata Juru bicara DSKS, Endro Sudarsono, Senin (10/8).

Dikutip dari buku pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT RI, yang dituding menyerupai simbol salib itu adalah ‘supergraphic’. Desain itu berbentuk rangkaian kotak-kotak dengan beragam motif. Setidaknya, ada tiga jenis variasi pola desain dengan bentuk susunan kotak yang berbeda.

Salah satu logo memperlihatkan susunan kotak yang dituding mirip salib dalam posisi horizontal, logo lainnya memiliki dua susunan kotak yang dianggap mirip simbol tersebut. Sisanya hanya memperlihatkan sebaris kotak disusun vertikal.

Tiap kotak berbagai motif itu sendiri memiliki makna berbeda. Misalnya, kotak dengan garis-garis merah veritikal bermakna progres atau kemajuan; kotak bermotif garis miring merah berarti efisien; kotak dengan lingkaran putih yang dikelilingi warna merah bermakna fokus.

Selain itu, kotak dengan motif garis meliuk miring merupakan cerminan maritim; kotak dengan motif garis-garis horizontal berarti merata.

“[Desainnya] sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75 RI,” ujar Sekretaris Kemensetneg Setya Utama, Senin (10/8). (fma)

Sumber : CNNIndonesia.com

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 36 times, 1 visits today)