Pelajari Sistem Penanganan Bencana, Pansus Padagimo Kunjungi Provinsi NTB

oleh -
Rombongan Pansus Padagimo berdialog bersama Gubernur Provinsi NTB dalam kunjungannya pada Selasa (11/8/2020). (Foto : HumProv DPRD Sulteng)

PALU, Kabar Selebes – Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Pascabencana Alam Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (11/08/2020), melakukan kunjungan secara langsung ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mempelajari penanganan dan pemenuhan hak-hak korban bencana gempa bumi pada 28 September 2018.

Dalam kunjungannya, rombongan Pansus diterima langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansya di ruang kerjanya.

Zulkieflimansyah memberikan sedikit bocoran bagaimana memperoleh suntikan dana dari berbagai pihak, terutama APBN untuk mendorong percepatan penanganan pasca bencana.

“Tanpa bantuan APBN atau pemerintah pusat, kita sulit keluar dari berbagai masalah, terutama anggaran,” ungkapnya.

Selain itu, rombongan Pansus juga memperoleh pengalaman dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Ahmadi, soal menangani rehab rekon bencana di daerah yang juga terkenal dengan destinasi alam dan budayanya itu.

Salah satunya, menyangkut banyaknya biaya pendampingan atau fasilitator, pembuatan Perda Tahan Gempa, melakukan review terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), penyusunan Perda Bangunan Tahan Gempa dan Perda Pemasangan Instrumen Kebencanaan.

“Jadi sejumlah persoalan tersebut sudah dibuatkan Perdanya dan inisiatifnya DPRD,” paparnya.

Jika di Sulteng ada istilah hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), maka di NTB ada sebutan Risha (Rumah Instan Sederhana), Rika (Rumah Instan Kayu) dan Riko (Rumah Instan Konfensional).

“Ketiga model rumah tersebut didesain khusus tahan gempa,” ujarnya.

Seusai mendapatkan pemaparan di Aula Kantor Gubernur NTB, rombongan Pansus  selanjutnya menuju DPRD NTB dan diterima oleh Sekretaris Komisi I, Rais Ishak.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga legislatif itu, lebih pada tukar menukar informasi  tentang kegiatan rutin kedewanan, misalnya soal kegiatan reses, sosialisasi Perda dan sejumlah dinamika yang berkembang di masing-masing daerah.

Rombongan Pansus yang diketuai Budi Luhur Larengi itu disertai hampir seluruh personel Pansus, yakni Wakil Ketua Elisa Bunga Allo, Sekretaris Wiwik Jumatul Rofiah dan para anggota, seperti Hidayat Pakamundi, Dr. Ir. Alimuddin Paada, Ambo Dalle, Aminullah BK, Yahdi Basma, Ronald Gulla,  Fairus Husen Maskati, Suryanto, Enos Pasaua dan Erwin Burase.

Bersama Pansus, turut serta perwakilan dari instansi teknis, yakni Kepala Biro Adwilpem, Arfan, Plt  Kadis Perumahan, dan Kawasam Pemukiman Provinsi Sulteng Siti Buhafia, serta pihak Sekretariat DPRD Provinsi Sulteng. (sob/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 13 times, 1 visits today)