Disebut Minta Proyek, Seorang Anggota DPRD Akan Polisikan Kadisdik Palu

Anggota DPRD Kota Palu, Marcelinus saat meninjau langsung kondisi pembangunan SD Negeri 1 Tatura Kota Palu. (Foto : Istimewa)

PALU, Kabar Selebes – Disebut minta proyek dan menganggap dicemarkan nama baiknya, seorang anggota DPRD, Marcelinus akan melaporkan Ansyar Sutiadi selaku Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palu ke Polisi.

Hal itu merupakan buntut dari temuan adanya dugaan pekerjaan fiktif SD Negeri 1 Tatura Kota Palu.

Saat hendak dikonfirmasi wartawan terkait RAB pekerjaan SD Negeri 1 Tatura pada Kamis (12/8/2020), Ansyar justru melontarkan ucapan yang mengganggap pernyataan Marcelinus selaku anggota DPRD Kota Palu merupakan pernyataan karena keinginannya meminta proyek tidak terpenuhi.

Menurutnya, pernyataan Marcelinus tersebut tidak patut dilontarkan, sebab dokumen yang diperoleh tidak dikonfirmasi ke pihak berkompeten untuk mengeluarkan statemen.

“Apa motivasi Marcelinus ini. Apakah dia mau cari popularitas. Kalau mau cari popularitas, bukan begini caranya. Ada mekanisme. Atau dia benci sama saya secara pribadi. Mungkin karena dia telfon saya, dia minta proyek tetapi saya tidak beri. Karena ada aturan yang mengatur itu. Iya, dia pernah telfon saya,” beber Ansyar kepada wartawan.

Ansyar mengaku, pihaknya tidak bisa seenaknya memberikan proyek karena ada aturan mainnya terkait hal itu.

“Saya tidak berikan karena ada aturan yang mengatur.Tidak bisa kita sewenang-wenang memberi. Kita terikat dengan aturan itu,” katanya.

Ansyar juga mengaku akan berkonsultasi dengan penasehat hukumnya.

“Ya, jelas saya sangat sesali. Karena bahasa itu tidak patut. Kami secara lembaga terlecehkan. Secara pribadi kami semua yang ada disitu dianggap melakukan hal yang tidak betul. Apakah dia hakim yang berhak menjustifikasi kami. Ada pihak yang berhak itu. Apalagi tidak dikonfirmasi pak. Kalau begini semua sifatnya orang, tidak dikonfirmasi, wah cilaka. Saya juga bisa tuduh macam-macam,” tandasnya.

Menanggapi pernyataan Kadisdik Kota Palu itu, Marcelinus pun membantah, bahwa dirinya tidak pernah meminta proyek apapun.

Perbincangan antara dirinya bersama Kadisdik Kota Palu melalui telepon menurut Marcelinus hanya sebatas mengonfirmasi tentang boleh tidaknya, sebuah proyek diswakelolah dilingkup Disdik Palu tersebut dimitrakan kepada pihak ketiga.

Saat itu jelas Marcelinus, ada seorang rekannya yang telah mendapat persetujuan dari Kepala Sekolah untuk memitrakan sebuah pekerjaan disalah satu gedung sekolah, namun tidak mendapat persetujuan dari Disdik Palu.

Ia juga menyatakan, hal itulah kemudian yang ia konfirmasi ke Kadisdik Palu, dengan maksud mempertanyakan kebenaran informasi yang disampaikan pihak sekolah, namun belakangan mendapat jawaban pekerjaan sekolah dimaksud tidak boleh dimitrakan karena aturan main.

“Jadi pak Kadis bilang tidak bisa. Ya sudah. Kalau tidak bisa kita mau bagaimana. Tapi intinya bukan meminta hanya sebatas bertanya. Kalau meminta, proyek apa yang saya minta,” tanya Marcelelinus.

Ia menekankan, pernyataan Kadisdik Palu itu, juga patut diduga sebagai pencemaran nama baik atau fitnah.

Apalagi, dirinya sebagai anggota DPRD yang memiliki kaitan dalam menjalankan fungsi pengawasan, terlebih Disdik yang merupakan mitra komisi yang ia duduki.

Ia menambahkan, mantan Kepala SD Negeru 1 Tatura sempat menyebut-nyebut dokumen RAB yang ia kantongi adalah dokumen palsu.

Padahal dokumen itu, ia mintakan secara resmi dan langsung pada bendahara proyek SD Negeri 1 Tatura.

“Hari Selasa pekan depan, saya akan masukkan laporan ini ke Polres Palu,” tegasnya. (sob/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini….