DTPH Sulteng Sebut Kurangnya Komoditas Bawang di Sulawesi Tengah

Salah seorang petani menunjukan hasil panen perdana bawang putih di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Selasa (4/8/2020). (Foto: Rifaldi Kalbadjang/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Sulawesi Tengah (Sulteng) , Ir. Trie Iriany Lamakampali, MM mengatakan kurangnya produksi bawang khususnya bawang merah di daerah Sulawesi Tengah.

“Jujur untuk bawang merah di Sulawesi Tengah, memang tersediaan kita masih minus”, ujarnya disela kegiatan Pasar tani, Senin (17/8/2020)

Ia menjelaskan untuk menanggulangi kesediaan tersebut, pihaknya telah memasok bawang merah dari provinsi lain, seperti daerah Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Enrekang.

“Sehingga pengendalian tentang kemahalan harga itu bisa diatasi,” katanya.

–     Genjot Varietas Bawang Putih

Sementara itu untuk ketersediaan bawang putih, pihaknya menyatakan hampir 95% kesediaan merupakan produk dari luar negeri  (Import).

Dengan keadaan itu pihaknya mengaku dalam 2 tahun terakhir terus gencar menggenjot produksi bawang putih di Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut diterangkannya sebagai program awal, keadaan masih membutuhkan proses terlebih masyarakat petani di Sulawesi Tengah belum terbiasa untuk menanam bawang putih.

Meski demikian Ia menyatakan tahun lalu telah ada 100 hektar lahan pertanian bawang putih di Kabupaten Poso

“Demikian juga di Kabupaten Sigi kurang lebih ada sampai 10 hektar,” lanjutnya.

Meski belum merata, ia menyatakan produk Bawang putih di Sulawesi Tengah belakangan telah menunjukan kualitas yang memuaskan.

Salah satunya kata dia yakni varietas bawang putih di daerah Tinombo, yang terus dikembangkan oleh pemerintah dan tengah diuji oleh Litbang kementerian pertanian.

Demikian, meski hasil bawang tidak sebagus dari produk luar, pihaknya optimis apa yang sementara dikembangkan dengan bantuan teknologi, akan mampu menunjang produk lokal di daerah Sulawesi Tengah.

“Ketimbang kita tergantung dari negara luar, kenapa tidak produksi yang dalam negeri yang harusnya kita cintai, karena ini masih berproses, mudah-mudahan jangka panjang sudah sesuai harapan,” demikian Trie. (ap/fma)

Laporan : Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini….