Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Palu Adakan Lomba Mural dan Cerdas Cermat

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bersama KPU kota Palu ketika membuka secara resmi kegiatan lomba mural di dekat Kampus Universitas Alkhairat Kota Palu, Minggu (16/8/2020). Lomba itu diinisiasi KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan kepalah daerah serentak tahun 2020. (Foto: Istimewa)

PALU, Kabar Selebes – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu terus berupaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Walikota dan Wakil Walikota pada 9 Desember mendatang melalui lomba cerdas cermat dan lomba mural.

Kegiatan itu diikuti oleh peserta umum yang berasal dari 8 kecamatan di Kota Palu.

Pada pelaksanaannya, lomba mural dilaksanakan di empat titik lokasi, yakni di tembok samping RRI, tembok belakang kantor Telkom, tembok samping Universitas Alkhairat (Unisa), serta tembok di jalan Setia Budi (sebelum jembatan kuning).

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Komisioner KPU RI, Viryan, yang mana ia menjelaskan tantangan ditengah bencana non alam ini, buat KPU adalah jumlah pemilih, sehingga kegiatan sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat bisa mengetahui pentingnya untuk memilih kepala daerah.

“Saya berharap bahwa dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU Palu saat ini bisa meningkatkan partisipasi pemilih, dan Sulteng bisa menjadi daerah yang banyak jumlah partisipasi pemilihnya, seperti di Pilkada tahun 2015 di urutan pertama se-Indonesia,” katanya saat membuka kegiatan lomba mural, Minggu (16/8/2020).

Ia menyatakan kegiatan Pilkada dilaksanakan tetap menggunakan protokol Covid-19, dimana masyarakat yang akan memilih harus menggunakan masker saat masuk TPS.

Selain itu ia juga menyatakan ada perubahan jumlah pemilih pada tiap tempat pemungutan suara (TPS), dimana satu TPS yang sebelumnya maksimal 800 orang, kali ini hanya untuk 500 orang per TPS.

“Sehingga seluruh petugas nantinya di Rapid tes, sebelum melakukan kegiatan di TPS, kalau hasilnya reaktif tentunya kami suruh istirahat,” ujarnya.

Sementara Komisioner KPU Provinsi Sulteng, Sahran Raden, menyampaikan bahwa KPU Sulteng sebelumnya menargetkan jumlah partisipasi pemilih diatas 79 persen, namun setelah adanya bencana non alam Covid-19 semuanya hanya bergantung kepada keadaan.

“Kita ikhtiar saja, namun tetap mengupayakan bisa mencapai target partisipasi pemilih,” ungkapnya.

Meski demikian, Sahran meyakini bahwa jumlah partisipasi bisa mencapai target, melihat saat pemilihan Gubernur ditahun 2015 Sulteng masuk daerah yang paling tinggi partisipasi pemilih meski diangka 69 persen.

“Jadi kalau diatas 79 persen, saya yakin bisa tercapai,” tegasnya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh KPU Kota Palu, Agussalim Wahid, dimana melalui kegiatan lomba dalam rangkaian sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih, mampu mengajak masyarakat tidak Golput atau Nemo Golput.

“Saya mengajak masyarakat Kota Palu untuk memilih nanti ditanggal 9 Desember 2020, karena pilihan masyarakat adalah yang menentukan pemimpin daerah ini, sehingga jangan sampai Golput,” tegasnya. (sob/ap)

Laporan : Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini....