Alesandro Delpiero Ditemukan Tewas Gantung Diri di Lorong Brendi

Kondisi Adw(22) salah satu mahasiswa Fakultas Kehutanan Untad yang ditemukan gantung diri di pintu kamarnya pada Selasa(18/8/2020). (Foto:Istimewa)

PALU, Kabar Selebes – Aparat kepolisian saat ini tengah menelusuri penyebab kematian seorang warga yang ditemukan tewas tergantung di Jalan Rajamoili Lorong Brendi Kota Palu, Sulawesi Tengah Selasa (18/8/2020).

Korban adalah seorang mahasiswa  Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako berinisial Alesandro Delpiero atau ADW (22), ditemukan tewas gantung diri, tepat di pintu kamarnya pada sekitar pukul 07.00 WITA.

Kapolsek Palu Timur AKP Laata membenarkan adanya kejadian tersebut. ” Iya, kami sudah menerima laporannya dan sudah menuju ke lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut, “katanya.

Saat pihak Polsek Palu Timur bersma keluarga melakukan evakuasi korban menuju Rs. Bhayangkara,Selasa(18/8/2020). Istimewa

Laata menjelaskan, saat menerima laporannya anggota langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) memasang garis polisi dan memeriksa beberapa saksi termasuk kakak sepupu dan adik kandung korban.

Menurut keterangan M (16) kakak sepupu korban, awalnya saksi melihat korban pada Senin malam pukul  19.00 Wita  korban pergi keluar rumah. Sekitar pukul 23.50 Wita saksi mendengar korban telah kembali ke rumah dan membuka pintu kamarnya.

Kemudian pada hari Selasa pukul 06.30 WITA saksi mendengar Fk (18) adik kandung korban sudah berteriak histeris.

Selanjutnya, dari keterangan Fk pada pukul 19.00 WITA korban pamit untuk keluar namun tidak menjelaskan tujuannya, dan sekitar pukul 23.50 WITA, saksi mendengar pintu pagar terbuka dan mendengar korban masuk ke dalam kamar.

Lebih jauh, Laata menerangkan pada hari Selasa pukul 06.30 wita,  saat saksi bangun tidur dan beraktivitas didapur melihat korban sudah dalam posisi tergantung di pintu dalam kamarnya.

“Dari keterangan tambahan adik korban, memang sudah beberapa hari ini korban jarang keluar dari kamarnya. Iya, saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan  visum dan otopsi guna penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.(abd/arf)

Laporan : Muhammad Arief

Silakan komentar Anda Disini….