Gandeng Lembaga Asal Japan, ACT Sulteng Beri Bantuan Sumur di Sigi

oleh -
Kepala Cabang ACT Sulteng, Nurmarjani Loulembah bersama Edward selaku Sekretaris Desa Maranata saat menandatangani surat serah terima bantuan sumur. (Foto : doc ACT Sulteng for KabarSelebes.ID)

SIGI, Kabar Selebes – Gandeng lembaga asal negeri tirai bambu atau Peace Winds Japan (PWJ), Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan bantuan tujuh unit sumur dalam keluarga di Kabupaten Sigi pada Selasa (18/8/2020).

Bantuan tujuh unit sumur dalam keluarga di lima dusun di Desa Maranata, Kecamatan Sigi Biromaru tersebut, masing-masing unitnya dapat melayani 70 hingga 100 Kepala Keluarga (KK).

Program bantuan sumur tersebut diperuntukan khusus bagi warga yang dilanda kekeringan pasca gempa bumi pada 28 September 2018 silam.

Penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan surat serah terima Kepala Cabang ACT Sulteng, Nurmarjani Loulembah bersama Edward selaku Sekretaris Desa Maranata.

Nurmarjani mengatakan, Desa Maranata merupakan salah satu wilayah yang paling marasakan dampak dari rusaknya jaringan irigasi Gumbasa.

Hal itu kata dia, diketahui pada saat ACT Sulteng melakukan distribusi bantuan air bersih pada 2019 lalu.

“Harapannya kami bisa memberikan lebih banyak bantuan tersebut. Namun beberapa Desa lainnya juga dilanda kekeringan, sehingga harus membagi bantuannya dibeberapa titik. Saya yakin, masih banyak warga lainnya yang membutuhkan bantuan air bersih. Semoga kedepannya bisa ditambahkan lagi bantuannya,” ujarnya.

Nurmarjani berharap, agar komunikasi antara ACT dan warga, khususnya Pemerintah Desa (Pemdes) setempat tidak terputus.

Dengan begitu, informasi terkait kebutuhan warga terhadap air bersih dapat terus terupdate oleh ACT Sulteng.

“Sebagai lembaga yang memberikan bantuan tersebut, tentunya kami harus selalu mengecek. Kami juga berharap, agar sumur tersebut dapat difungsikan dalam waktu yang panjang,” katanya.

Sekretaris Desa Maranata, Edward mengaku sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh ACT Sulteng bersama PWJ.

Hanya saja, ia berharap, agar program bantuan sumur tersebut mendapat ketambahan lagi, karena di Desa Maranata masih sangat banyak warga yang membutuhkan air bersih.

Pasalnya, dari tujuh unit bantuan sumur tersebut, belum dapat menyentuh secara keseluruhan warga yang terdampak kekeringan di Desa Maranata.

“Semoga kami diberikan lagi bantuan pengadaan tandon. Saya rasa, jika menempatkan tandon dibeberapa titik dapat menyuplai air bersih ke banyak masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Selain Desa Maranata, ACT Sulteng bersama PWJ juga membangun sumur keluarga di Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi sebanyak dua unit.

Tercatat, ACT Sulteng dan PWJ sudah membangun sumur dibeberapa titik kawasan terdampak bencana yang kini telah dimanfaatkan oleh warga, diantaranya Desa Maranata sebanyak 17 unit sumur pertanian, dan tujuh unit sumur keluarga.

Sedangkan di Desa Sibowi tercatat sebanyak dua unit sumur keluarga dan empat unit sumur pertanian.

Sementara itu, khusus Desa Sidondo tercatat sebanyak delapan sumur pertanian. (rkb/rlm)

Laporan : Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 74 times, 1 visits today)