Wahana River Tubing Desa Tongoa, Satu Lagi ‘Menu’ Wisata Alam di Sulawesi Tengah

oleh -
River tubing di desa Tongoa Sigi

SIGI, Kabar Selebes – Satu lagi pilihan wisata alam Sulawesi Tengah yang lagi trend, yakni River Tubing atau mengarungi sungai menggunakan ban (tube).

Tidak seperti kayak atau perahu karet yang bisa bermain “White Water” level sulit, Tubing berada di level rendah dengan tingkat kesulitan mudah sampai sedang.

Olehnya olahraga ini bisa dilakukan oleh semua kalangan meskipun baru pertama kali mencoba.

Seorang wanita sedang menikmati olahraga River Tubing di Arus Sungai Desa Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (17/8/2020). (Foto: Istimewa)

Salah satu Wahana River Tubing yang wajib dikunjungi penggemar olahraga ini yakni berada di Kabupaten Sigi, tepatnya di Desa Tongoa, yang dikelola oleh Bestcamp Palu (@bestcamppalu).

Dengan menempuh jarak 1,5 jam dari Kota palu, pengunjung sudah bisa asik menikmati keindahan alam dan berolahraga River Tubing.

Mohammad Fauzan selaku salah satu pengelola mengungkapkan, pihaknya memerlukan waktu 6 bulan untuk mempermantap jalur pengarungan, sehingga wahana baru resmi dinikmati untuk umum pada tanggal 16 Agustus 2020.

Menurutnya, wahana menawarkan dua rute pengarungan, yakni Short Trip sepanjang 1,5 km dengan waktu pengarungan 1 jam dan Long Trip sepanjang 2,7 km dengan lama pengarungan 2 jam.

“Arus sungai sedang dan kontur bebatuan sungai membentuk jeram-jeram sangat asik untuk dilalui, cukup memacu adrenalin bagi yang baru bermain di sungai,” terang Ojan sapaan akrabnya, Kamis (20/8/2020).

Pihaknya menyatakan telah menyediakan alat tubing lengkap beserta dokumentasi pengarungan buat peserta. Selama pengarungan, peserta didampingi oleh instruktur (guide) yang handal.

Tak hanya itu, diakhir pengarungan, peserta juga akan dijamu minuman dan makanan hangat oleh pihak pengelola

“Jalur yang berada di kaki gunung nokilalaki menambah sensasi bagi pengunjung yang ingin menikmati udara sejuk ditemani beberapa bidang kebun jagung milik masyarakat,” kata Ojan

Sementara itu untuk pelayanan pengunjung, pihaknya menyatakan Reservasi (pemesanan) dibuka setiap hari. “Dihari selain libur ,minimal order 8 orang per trip. dihari libur minimal 3 orang per trip,” ujarnya.

Sungai bukan hal baru lagi di dunia wisata alam. Sejak 1869 sampai sekarang alat pengarungan berkembang mulai dari rakit bambu, canoe, kayak, perahu karet, board, hingga tubing.

Menurut Ojan, kehadiran river tubing akan semakin melengkapi trend wisata alam yang sedang ramai saat ini digandrungi, khususnya di wilayah Kabupaten Sigi.

“Semoga industri wisata Sulawesi Tengah akan terus berkembang dengan beragam menu,” harapnya. (*/ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 185 times, 1 visits today)