Calon Pembeli yang Bawa Kabur Harley Davidson Juga Tak Bayar Taksi Online

Motor Harley-Davidson yang dibawa kabur pelaku dengan modus test drive (Instagram/@rranggarya)

Tangerang Selatan, Kabar Selebes – Pelaku penipuan yang berpura-pura hendak membeli sepeda motor Harley-Davidson milik warga Ciputat Timur, Tangsel, diketahui naik taksi online saat menemui korban. Selain membawa kabur motor Harley-Davidson, pelaku tidak membayar ongkos taksi online.

“Belum dibayar (taksi online) karena saat kita ke Polres (Tangsel) juga aplikasinya belum ditutup (oleh pelaku),” kata Seno (48), pemilik Harley-Davidson, saat dihubungi detikcom, Minggu (23/8/2020).

Berdasarkan keterangan sopir taksi online kepada Seno, pelaku memesan taksi online dari depan RSUD Leuwi Liang, Bogor. Pelaku saat itu meminta sopir taksi online diantar ke rumah korban dan ke Bintaro untuk mengecek motor yang akan ‘dibelinya’.

“Jadi pelaku memesan taksi online untuk pulang-pergi. Dia naik di RSUD Leuwi Liang, Bogor terus minta diantar ke sini (rumah korban) terus tadinya mau lanjut ke Bintaro, terus pulang lagi ke Rancamaya, Bogor,” katanya.

“Tapi sopir nggak mau diajak ke Bintaro karena sudah kemaleman, jadi cuma sampai rumah saya saja,” sambungnya.

Pelaku yang mengaku bernama Mahesa Permana ini datang ke rumah korban untuk test drive Harley-Davidson, pada Jumat (21/8) malam. Sebelumnya, motor tersebut diiklankan di sebuah situs jual-beli online.

Pelaku sempat mengecek suara motor hingga aksesoris sebelum akhirnya meminta test drive. Tanpa rasa curiga, Rangga, putra Seno, yang saat itu berhadapan dengan pelaku, melepas motornya untuk test drive.

“Kita nggak curiga saat itu, karena pelaku bawa sopir yang kami kira dia itu adalah sopir atau montirnya,” imbuhnya.

Namun, setelah 5 menit, motor tidak kunjung kembali. Belakangan baru terungkap bahwa sopir tersebut adalah sopir taksi online yang disewa oleh pelaku.

Setelah kejadian itu, Seno langsung membuat laporan ke Polres Tangsel. Sopir taksi online yang mengantar pelaku juga ikut dimintai keterangan di Polres Tangsel.

Karena merasa iba, Seno kemudian memberikan ongkos Rp 100 ribu kepada sopir taksi online tersebut.

“Saya kasih Rp 100 ribu, karena saya juga itu ke Polres nggak bawa uang lagi,” katanya.

Menurut Seno, sopir taksi online tersebut bukan komplotan pelaku. Sopir taksi online bahkan punya iktikad baik, memberikan nomor ponsel dirinya dan istri jika Seno memerlukannya sewaktu-waktu. Kepada Seno, sopir taksi online itu juga menyatakan bersedia apabila sewaktu-waktu dimintai keterangan polisi.

“Kalau kata polisi, sopir taksi online ini nggak terindikasi jaringan. Malah dia ngasih nomor telepon dia ‘Pak ini nomor saya, kalau nomor saya nggak aktif silakan hubungi nomor istri saya kalau Bapak perlu apa-apa’ malah dia kasih lihat foto istrinya,” tutur Seno.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Tangsel. Polisi saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. (fma)

Sumber : Detik.com

Silakan komentar Anda Disini….