Disdik Palu Targetkan September Sekolah Telah Mulai Belajar Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Ansyar Setiadi dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Huzaema.(Foto: Andien Hatiem/FB)

PALU, Kabar Selebes – Pasca diterbitkannya edaran oleh Gubernur Sulawesi Tengah perihal tata cara pembelajaran tatap muka di sekolah untuk luar kawasan Zona Hijau, Kota Palu yang saat ini Zona Kuning persebaran Virus Corona, melalui dinas pendidikan tengah bersiap untuk mengeluarkan kebijakan untuk pembelajaran tatap muka untuk SD, SMP, Tk, dan juga PAUD.

Kapan sekolah untuk SD dan SMP dalam lingkup naungan pemerintah Kota Palu mulai dibuka, dan seperti apa kesiapannya?

Ansyar Sutiadi selaku Kepala Dinas Pendidikan kota Palu saat dikonfirmasi Kabarselebes.id Rabu, (26/8/2020) mengungkapkan, pihaknya menargetkan pertengahan atau Awal September 2020 telah ada sekolah yang mulai belajar tatap muka di sekolah.

“Saya target sekitar pertengahan atau akhir bulan September sudah selesai dan sudah siap melaksanakan aktivitas,” terang Ansyar.

Pembukaan untuk setiap jenjang tersendiri kata dia akan dilakukan secara bertahap, dimana untuk PAUD dan juga TK kemungkinan akan lebih lama lagi untuk dibuka.

Dengan adanya rencana itu, ia mengaku telah menginstruksikan komunitas kepala sekolah baik SD, SMP, Paud dan Juga TK untuk untuk mengambil kesepakatan, salah satunya dengan menerapkan skema pembagian kelas atau sistem Shift.

Ia mengungkapkan hingga saat ini hanya lingkup Sekolah Dasar (SD) yang telah mengeluarkan kesepakatan, sementara SMP masih menunggu kesepakatan dari sekolah.

Diterangkannya bahwa untuk Sekolah Dasar Sendiri, pihak sekolah telah bersepakat akan membagi sistem shift pagi dan juga Siang hari, dengan jumlah setiap kelas nantinya akan dibagi menjadi dua kelas.

 “Telah disepakati untuk kelas 1, 2, dan 3 (Sekolah Dasar) itu pagi, 4, 5, 6 siang, begitu rencana mereka nanti mengganti Shift,” ungkapnya.

Dengan adanya hal demikian, ia menyatakan apabila sudah disepakati, maka protokol pembelajaran yang sementara pada tahap finalisasi akan dibagikan sebagai bahan sosialisasi kepada orang tua murid.

Pembelajaran Tetap Fleksibel

Meski telah mempersiapkan persekolahan untuk belajar tatap muka, Ansyar menyatakan tidak ada paksaan bagi orang tua apabila tidak mengizinkan anaknya untuk masuk sekolah dan belajar secara tatap muka.

Menurutnya, hal ini juga bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, artinya sistem pembelajaran oleh guru berlaku secara fleksibel tanpa adanya intervensi dari pihak sekolah. 

“Ketika orang tuanya tidak mengizinkan maka dia menggunakan daring, luring atau touring (Guru Kunjung),” ungkap Ansyar.

Selain itu, pihaknya juga menyatakan tetap menjaga sekolah jangan sampai menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19.

Olehnya untuk mengantisipasi hal itu Dinas Pendidikan kota Palu saat ini tengah menyediakan kebutuhan dari sekolah untuk membuka persekolahan di masa pandemi virus Corona.

Kebutuhan itu kata Ansyar antara lain, menyediakn Thermo Gun ( cek suhu badan), Hand sanitizer, dan juga tempat pencuci tangan.

Sementara itu Walikota Palu Drs. Hidayat M.Si mengaku bahwa pemerintah kota Palu saat ini sudah sangat siap untuk membuka persekolahan.

Pihaknya mengaku telah meredam segala penyebaran virus corona salah satunya dengan masih memberlakukan buka tutup di pintu perbatasan dan menyediakan ruang perawatan bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan juga Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Menurutnya kota Palu masih aman dari persebaran covid-19, olehnya Hidayat menyatakan sangat setuju apabila sekolah mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka.

“InsyaAllah aman Palu ini, sehingga kalau mau dibuka sekolah silahkan, tidak ada masalah, tetapi jangan pintu masuk itu kita buka,” katanya. (ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….