Pemkab Parimo Targetkan Penurunan Stunting 15 Persen di 2020

Abdul Sahid

PARIMO, Kabar Selebes – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menargetkan penurunan angka stunting hingga 15 persen di 2020.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbanda Kabupaten Parimo, Abdul Sahid di ruang kerjanya, Jum’at (28/8/2020).

Abdul Sahid mengatakan, sejak 2017 lalu, angka stunting di Kabupaten Parimo tercatat mencapai 34,4 persen, yang kemudian turun hingga 31 persen pada 2018.

Setelah itu, angka stunting tersebut masih mengalami penurunan hingga 22 persen pada 2019 lalu.

BACA JUGA :  Tiba di Masamba, Relawan Gabungan Pecinta Alam Parimo Distribusikan Bantuan dan Bhaksos

“Makanya di tahun 2020 ini, kami targetkan angka penurunan stunting hingga 15 persen. Penurunan angka sejak tiga tahun terakhir itu, menandakan keseriusan Pemkab Parimo dalam menangani persoalan stunting,” ujarnya.

Diakuinya, dalam proses perbaikan stunting di Kabupaten Parimo, terdapat beberapa wilayah yang diangap menjadi kendala, yakni wilayah terpencil.

Sehingga, pihaknya mewacanakan untuk merancang program bagi penanganan stunting khusus wilayah terpencil.

“Wilayah terpencil itu berada di Kecamatan Tinombo dan Palasa. Sampai sekarang penanganan stunting di wilayah itu, masih menjadi PR bagi kami. Sebeb keberhasilan pembangunan suatu daerah dapat dilihat dalam penangan stunting,” katanya.

BACA JUGA :  20 Tahanan Titipan Kejari Parimo Dipindahkan ke Lapas Kelas III Parigi

Ia menambahkan, Bappelitbangda Kabupaten Parimo juga tengah memprogramkan ibu hamil dan bayi dibawah dua tahun atau Baduta sebagai sasaran pencegahan stunting.

Ia menjelaskan, proses perbaikan stunting dapat dilakukan dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau nol bulan ibu hamil sampai melahirkan dan nol bulan anak sampai dua tahun.

“Dua objek ini yang menjadi sasaran inti, apabila ada diluar dari standar tersebut akan menjadi kesulitan proses perbaikan stunting,” terangnya.

BACA JUGA :  Dihantam Banjir, Jembatan di Torue Ambrol, Jalur Trans Parigi-Poso Terputus

Abdul Sahid juga mengatakan, langkah lain yang harus dipersiapkan dalam penanganan stunting adalah mempersiapkan ibu yang akan hamil agar sehat dengan memprogramkan remaja putri, yang siap berkeluarga.

Selain itu, seluruh bidan desa di 278 desa dan lima kelurahan saat ini, tengah melakukan pengukuran kepada ibu hamil dan baduta sejak Januari hingga Agustus, dan telah mengimput data kedalam sistem E-PPGM yang telah mencapai 59 persen.

“Kami menargetkan adanya penurunan angka stunting setiap tahunnya,” tandasnya. (rlm)

Laporan : Roy L. Mardani

Silakan komentar Anda Disini….