Ditetapkan Sementara, PAD Sulteng 2021 Ditargetkan Naik 3,21 Persen

Suasana rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulteng, di ruang Sidang Utama, Senin (31/8/2020). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Badan anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Tengah, menetapkan sementara usulan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulteng di tahun 2021 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sulteng.

Adapun usulan realisasi kenaikan PAD Sulteng oleh TAPD ialah sebesar 3,21 persen atau naik sekitar 33 Milyar mulai tahun 2020-2021.

Hasil itu disepakati melalui pembahasan yang alot, antara Banggar dan TAPD pada rapat anggaran Kebijakan Umum APBD (KUA), serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), yang telah masuk pembahasan pendapatan daerah, bertempat di ruang sidang utama DPRD Sulteng, Senin (31/8/2020).

Sebelum ditetapkan, ada proses tarik ulur antara Banggar dan juga TAPD perihal tawaran realisasi PAD untuk tahun 2021.

Pada keterangannya, Wiwik Jumiatul Rofia selaku tim Banggar menyatakan, realisasi yang diminta oleh TAPD hanyalah realisasi penerimaan pajak. Seharusnya secara keseluruhan, tim TAPD sudah bisa menargetkan total keseluruhan PAD Sulteng untuk tahun 2021.

Wiwik menyebut salah satunya pendapatan dari Bank Sulteng sebagai bank daerah yang diberikan modal oleh pemerintah daerah.

“Kita seharusnya melakukan evaluasi terus-menerus, sementara kita memberikan modal kepada bank daerah, untuk apa memberikan modal sementara kita tidak mendapat kenaikan,” katanya.

Demikian ia meminta jangan hanya pajak yang menjadi target peningkatan sebesar 3,21 persen.

Sejalan dengan itu, anggota banggar lainnya Sony Tandra, meminta kenaikan PAD 2021 setidaknya mencapai angka sebesar 5 persen. Angka ini menurutnya wajar, melihat PAD yang terus mengalami kenaikan mulai dari tahun 2017-2019.

Sementara, Kepala Dinas Pendapatan, Abdul Wahab mengungkapkan, TAPD tidak bisa menaikkan begitu saja target PAD di 2021, terlebih pandemi Covid-19 yang hingga kini tak kunjung usai.

Menurutnya, ketika PAD sudah ditargetkan maka mau tidak mau akan berpengaruh pada belanja daerah. “Kalau kita sudah belanjakan kemudian target pendapatan tidak dicapai, akan ada nanti pekerjaan-pekerjaan kita terkendala,” katanya.

Selain itu, pihaknya tidak mau hanya mengkalkusasi berdasarkan angka-angka, dan lebih memilih menargetkan PAD pada posisi aman agar tidak berpengaruh terhadap anggaran belanja daerah.

Demikian, Ia menyatakan tidak mau pesimistik, tetapi tetap mengusahakan agar target yang ditetapkan bisa tercapai pada tahun 2021.

Melihat berbagai pertimbangan, Banggar yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulteng Hj. Nilam Sari Lawira itu, menyepakati sementara kenaikan PAD sebesar 3,21 persen.

Pada keteranganya Nilam menyimpulkan, melihat realitas yang diungkapkan oleh TAPD, mau tidak mau usulan diterima sementara dan selanjutnya dibahas pada pembahasan Rencana Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD).

“Kita akan dalami lebih lanjut di RAPBD, jika terjadi hal-hal yang mungkin bisa potensi-potensi pendapatan yang ada untuk bisa tercapai,” katanya. (ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….