Kejari Parimo Tetapkan Mantan Kepala DKP Sebagai Tersangka Penyimpangan Pengelolaan Aset

Kepala Kejari Parimo, Muhamat Fahrorozi (tengah) didampingi Kasi Intel, Rifaizal bersama Muhammad Tang selaku Kasi Pidsus saat memberikan penjelasan terkait penetapan HL sebagai tersangka. (Foto : Roy L. Mardani/KabarSelebes.id)

PARIMO, Kabar Selebes – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menetapkan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berinisial HL dalam dugaan kasus penyimpangan pada pengelolaan aset tahun anggaran 2012.


Penetapan mantan Kepala DKP Parimo berinisial HL sebagai tersangka disampaikan langsung oleh Kepala Kejari Parimo, Muhamat Fahrorozi, SH, MH saat menggelar konfrensi pers, Selasa (1/9/2020).


Fahrorozi mengatakan, penetapan HL sebagai tersangka berdasarkan surat perintah Kepala Kejari, Nomor Print-907/P.2.16/Fd.1/07/2020 tertanggal 27 Juli 2020.


Selama tahap penyidikan kata dia, penyidik telah memeriksa sebanyak 30 orang saksi dan telah menyita benda, dokumen atau barang bukti terkait.
“Hingga pada pemeriksaan yang mengerucut diketahui dan ditetapkan satu orang tersangka yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial HL,” terang Fahrorozi didampingi Kasi Intel, Rifaizal bersama Muhammad Tang selaku Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Parimo.


Menurut Fahrorozi, berdasarkan pemeriksaan, bahwa penyidikan terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru diduga melakukan pemufakatan atau setidak-tidaknya turut menikmati hasil tindak pidana yang dipersangkakan.


“Kerugian keuangan negara dalam dugaan kasus tersebut senilai Rp 2.140.307.500,” bebernya.


Lanjut ia mengatakan, HL disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.


“Dugaan kasus penyimpangan pengelolaan aset di DKP Parimo ini mencakup beberapa hal, diantaranya kapal, pabrik es, dan ada beberapa item lainnya,” terang Fahrorozi. (rlm)

Laporan : Roy L. Mardani

Silakan komentar Anda Disini….