Bantah Pemotongan Honor TA, Sekretaris DPRD Kota Palu: Mana Lebih Tinggi Perwali atau Perda?

Ajenkris (Foto: MetroSulawesi.id)

PALU, Kabar Selebes – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Palu, Ajengkris membantah adanya pemotongan honor bagi Tenaga Ahli (TA) DPRD Kota Palu. Sebelumnya tudingan adanya pemotongan sepihak itu disebutkan salah satu TA DPRD Palu, Moh. Natsir.

Ajengkris menyebut, pihaknya sama sekali tidak melakukan pemotongan honor TA DPRD Kota Palu. Honor yang dikeluarkan sudah sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang dikeluarkan oleh Walikota Palu tahun 2020.

Dia mengaku, usulan honor TA DPRD Palu memang sebesar Rp.3.000.000. Namun dalam DPA akhirnya diturunkan menjadi Rp.2.500.000 ditambah potong pajak.

“Memang diusulkan Rp. 3 Juta Mereka punya honor, setelah turun DPA dari Pak Wali kan tidak lagi melibatkan OPD tinggal Pak Wali dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), ternyata turun Rp500 ribu menjadi Rp.2,5 juta dan DPA sudah jadi. Itulah yang dianggap pemotongan dan itu dengan pajak,” kata Ajengkris, Rabu (3/9/2020).

Ajengkris mengakui adanya Peraturan Walikota (Perwali) tentang besaran honor TA sebagai alat kelengkapan dewan sebesar Rp.3.000.000. Namun, Dia menyebut DPA yang ditetapkan itu diatur oleh peratuan daerah.

“Mana lebih tinggi, Perwali atau Perda? Ya Perda karena Perda di anggaran dan APBD ini Perda. Masa kita mau bayarkan Rp3 juta mau ambil dimana? Dan kita ini yang berkerja adalah system manajemen keuangan daerah (Simda) salah nama saja pasti ditolak,” kata Ajengkris.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tenaga Ahli atau TA DPRD Kota Palu sebut pihak sekretariat lakukan pemotongan honor berdasarkan keputusan sepihak.

Demikian diungkapkan salah satu TA DPRD Palu, Moh. Natsir kepada KabarSelebes.id, Senin (31/8/2020).

Natsir menjelaskan, pada Pasal 1 (8,9) dalam Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 55 Tahun 2017 Tentang besaran kompensasi kelompok pakar atau Tim Ahli sebagai alat kelengkapan DPRD dan besaran kompensasi Tenaga Ahli Fraksi DPRD merupakan rujukan utama saat ini.

Apalagi, honor TA dengan kualifikasi S1, S2, dan S3 juga telah diatur dengan jelas.

Ia menyebutkan, honor yang harus dibayarkan bagi TA dengan pendidikan S1 senilai Rp 1.500.000, S2 senilai Rp 3.000.000, dan S3 senilai Rp 5.000.000.

Namun, faktanya kata dia, honor TA dengan status pendidikan S2 hanya dibayarkan Rp 2.500.000, ditambah adanya pemotongan pajak, turun menjadi Rp 2.300.000.(abd)

Laporan : Abdee Mari

Silakan komentar Anda Disini….