Banjir di Parimo, 1 Rumah Warga Hanyut dan Akses Jalan Terputus

Tampak kondisi jalan desa di Dusun II yang terputus akibat dihantam banjir. (Foto : Roy Lasakka/KabarSelebes.id)

PARIMO, Kabar Selebes – Hujan yang melanda Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Senin malam (7/9/2020) mengakibatkan beberapa desa dilanda banjir.

Seperti banjir yang terjadi di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi mengakibatkan sebanyak lima Kepala Keluarga (KK) di Dusun I dan 40 KK di Dusun II terpaksa mengungsi.

Selain merendam rumah warga, luapan banjir beserta material lumpur dari sungai Desa Bambalemo tersebut, juga mengakibatkan akses jalan desa terputus.

Tidak hanya itu, satu unit rumah milik warga di Dusun I dilaporkan hanyut akibat terbawa arus sungai.

Tampak kondisi satu unit rumah warga di Dusun I yang rusak akibat dihantam banjir. (Foto : Istimewa)

Bahkan, luapan banjir sungai Desa Bambalemo tersebut, juga merobohkan beberapa meter tembok milik SMK Negeri Parigi.

Pantauan media ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parimo langsung melakukan peninjauan serta mengumpulkan data lengkap warga beserta rumah yang terdampak luapan banjir.

Turut pula melakukan peninjauan secara langsung pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parimo.

Selain itu, sejumlah relawan gabungan Kelompok Pecinta Alam (KPA) juga terlihat membantu warga membersihkan material lumpur dibeberapa rumah warga di Dusun I dan II.

“Banjir terjadi sekitar pukul 20.00 Wita, ketika terjadi hujan lebat. Banjir yang terjadi di Desa Bambalemo kali ini, merupakan banjir yang besar,” ujar Kepala Desa Bambalemo, Irfan Adenan kepada KabarSelebes.id.

Ia mengatakan, khusus warga yang mengungsi dari Dusun II, sebanyak 15 KK diungsikan sementara di sekolah Madrasah Diniyah Awalia Alkhairaat yang berada di Dusun III.

Beberapa orang relawan dari gabungan pecinta alam tengah membantu membersihkan rumah warga dari material banjir. (Foto : Istimewa)

Sedangkan sisanya lagi kata dia, terpaksa mengungsi ke rumah-rumah keluarganya.

Begitu pula dengan lima KK yang berasal dari Dusun I, untuk sementara mengungsi ke rumah keluarganya.

“Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) saat ini, baru menyediakan tempat pengungsian sementara. Alhamdulillah, pihak PMI beserta BPBD turut membantu kami dengan mendirikan tenda darurat untuk sementara,” tandasnya. (rl/fma)

Laporan : Roy Lasakka

Silakan komentar Anda Disini….