6.100 Ton Jagung Tojo Una-Una di Ekspor Ke Filipina

oleh -
Nampak produk jagung pertanian Kabupaten Tojo Una-una yang akan di Ekspor menuju Filipina oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II A Palu, di pelabuhan Ampana, pada Jumat (11/9/2020). (Foto: Istimewa)

Ampana, Kabar Selebes – Balai Karantina Pertanian Kelas II A Palu melepas sebanyak 6.100 Ton Jagung hasil produk pertanian Kabupaten Tojo Una-Una dengan nilai ekonomi sebesar Rp 22 Milyar Rupiah, untuk di ekspor menuju ke Negara Filipina, pada Jumat (11/9/2020).

Pelepasan yang berlangsung di Pelabuhan Ampana itu, turut diikuti oleh Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Andi Yusmanto, serta Bupati Tojo UnaUna, Mohammad Lahay.

Selain pelepasan ekspor jagung, kegiatan dalam rangka meningkatkan ekspor tiga kali lipat itu, total 22,26 Ton Coconut Water Concentrate dengan nilai ekonomi sebesar Rp 634 juta juga di antar menuju Singapura.

Diketahui Kabupaten Tojo Una-Una saat ini menjadi salah satu sentra penghasil Jagung dan Kelapa terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah, dan menjadi pemasok kebutuhan nasional di indonesia, bahkan pasar mancanegara.

Hal ini ditambah dengan telah tersedianya industri pengolahan produk pertanian berbahan dasar Jagung dan Kelapa yang dapat menjadi nilai tambah bagi para petani yang ada di daerah tersebut.

Olehnya, Andi Yusmanto selaku Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makasaar pada kesempatan itu menyatakan, melihat lokasi yang strategis dan produk pertanian yang berlimpah, tidak menutup kemungkinan Kabupaten Tojo Una-Una mampu bersaing di pasar global.

Sementara Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II A palu, drh Ida Bagus Hary Soma Wijaya menjelaskan, dibukanya layanan Karantina pada tahun 2018 lalu, petugas Karantina Ampana saat ini telah dapat menerbitkan sertifikat kesehatan karantina tumbuhan atau Phythosanitary Certificate (PC) lebih cepat dan mudah.

Apalagi kesehatan karantina kata dia merupakan salah satu persyaratan untuk melakukan ekspor ke Negara tujuan.

Demikian dengan adanya percepatan layanan, para petani diharapkan bisa melakukan ekspor secara langsung melalui pelabuhan Ampana, dan tidak perlu lagi harus mengekspor dari kota Surabaya.

“Hal ini juga secara tidak langsung dapat membuka akses pasar tujuan negara tetangga bisa lebih luas,” kata Ida.

Pada kesempatan itu ia juga berharap, ditengah wabah pandemi covid 19, harusnya para petani bisa bangga dengan hasil jagung yang berlimpah dan berkualitas, setelah terakhir kali melakukan ekspor pada tahun 2018 lalu.

Untuk diketahui dari sistem perkarantinaan IQFAST Pertanian Palu, hingga Agustus 2020, kakao biji, Tepung kelapa, Virgin coconut oil, Coconut oil, dan Kelapa bulat menjadi komoditas pertanian ekspor unggulan asal Provinsi Sulawesi Tengah dengan total nilai mencapai Rp 246 miliar. (gab/ap/fma).Laporan: Gabdika Candra

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 110 times, 2 visits today)