Gubernur BI: Tantangan Inflasi 2021 Lebih Berat

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan tantangan inflasi tahun depan bakal lebih berat, sesuai asumsi makro sebesar 3 persen. (Dokumentasi: BI/Istimewa).

Jakarta. Kabar Selebes — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui tantangan inflasi tahun depan bakal lebih berat, sesuai dengan asumsi dasar ekonomi makro yang mematok angka tiga persen.

“Inflasi tiga persen, memang tantangan inflasi tahun depan lebih berat,” ujar Perry dalam rapat kerja virtual bersama pemerintah dan Banggar DPR di Jakarta, Jumat (11/9).

Meski inflasi lebih berat, namun ia mengaku mendukung asumsi dasar ekonomi makro, termasuk pertumbuhan ekonomi sesuai kesepakatan di Panja A, yakni 5 persen.

Sementara, terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, perkiraannya Rp14.600. “Nilai tukar itu masih dalam risk kami. Kami dukung untuk asumsi makro,” terang Perry.

Selama pandemi corona, tingkat inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) tergolong rendah atau berada di bawah kisaran tiga persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi per Juni 2020 mencapai 0,18 persen. Secara tahun berjalan, inflasi semester pertama mencapai 1,09 persen dan secara tahunan sebesar 1,96 persen.

Ketua Banggar DPR Said Abdullah berharap BI menjaga stabilitas sistem keuangan pada tahun depan. “Karena kami khawatir upaya yang dilakukan Gubernur BI akan menjadi sia-sia, kalau tidak ada koordinasi baik di antara kita, di semua lini,” imbuh dia.

Ia juga mendorong bank sentral mendukung stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebagai salah satu basis pembiayaan dalam APBN 2021. (fma)

Sumber : CNNIndonesia.com

Silakan komentar Anda Disini….