Monev Pertambangan Bersama Wagub, Bupati Morut Keluhkan Perusahan ‘Nakal’

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusli Baco Dg Palabbi, bersama pejabat terkait, ketika melakukan Monitoring dan Evaluasi ke salah satu perusahan tambang di Morowali, Jumat (11/9/2020). (Foto: Istimewa)

Morowali, Kabar Selebes – Bupati Morowali Utara Moh. Asrar Abdul Samad, menyampaikan kekecewaannya kepada beberapa perusahan tambang yang dianggap ‘Nakal’, saat menerima kedatangan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusli Baco Dg Palabbi Jumat (11/9/2020).

Keluhan Bupati itu disampaikan ketika Wagub didampingi pejabat Dinas Bina marga, ESDM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Lingkungan OPD terkait, hendak melakukan kunjungan kerjanya ke areal pertambangan dalam rangka monitoring dan evaluasi terkait tenaga kerja, pembebasan lahan, keamanan, dan sebagainya.

Keluhan utamanya yang disampaikan Asrar ialah, banyak perusahan tambang galian C yang tidak pernah melakukan kordinasi ketika hendak melakukan aktivitas pertambangan, demikian pula beberapa bagian ruas jalan yang rusak dan perlu mendapat perhatian.

Apalagi kata Bupati, pihak perusahaan hanya berkoordinasi dengan kepala desa setempat, sementara masyarakat sering menyampaikan keluhan kepadanya terkait keberadaan perusahaan dimaksud

Mencermati hal tersebut, Wakil Gubernur beserta rombongan didampingi Bupati dan pihak terkait lainnya melakukan peninjauan kepada salah satu perusahaan tambang dan galian C serta smelter dimaksud.

Setiba di perusahaan, rombongan Wakil Gubernur dan Bupati diterima pimpinan PT GNI Mr. Yin dan PT SEI, Sumanto.

Dalam sambutannya Mr. Yin menyampaikan terima kasih serta memaparkan sejumlah progress pembangunan smelter yang mulai dikerjakan 26 September 2019.

“Kami telah mempekerjakan 1.147 karyawan dengan luas lahan 1.377 hektar. Rencana dalam waktu dekat kami akan menambah 1000 orang, kami juga harapkan adanya penambahan 2000 hektar,” urai Mr Yin melalui juru bicaranya.

Menanggap hal itu, Rusli Baco Dg Palabbi kepada pihak perusahaan meminta agar senantiasa menjalin koordinasi dengan pemerintah setempat, dan mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan.

Termasuk kata dia kesepakatan penggunaan tenaga kerja lokal dan asing, dengan perbandingan 10:1 atau 10 orang tenaga lokal dan seorang tenaga asing.

Usai kunjungan di Kabupaten Morut, rombongan Wagub selanjutnya menuju ke kabupaten Morowali dalam hal ini mengunjungi PT IMIP yang disambut oleh wakil Bupati Morowali, Taslim.

Rombongan yang sampai langsung disambut oleh Direktur Eksternal PT. IMIP Slamet bersama bagian pemandu langsung mengajak rombongan mengunjungi areal perusahaan

Slamet dalam sambutannya salah satunya menjelaskan pembangunan awal PT. IMIP seluas 1135 hektar dan setelah itu mendapat izin perluasan areal lebih lanjut.

Sementara itu Wagub Sulteng Rusli Baco Dg Palabbi dalam sambutannya menyatakan apresiasi kepada PT IMIP yang merupakan investasi besar meskipun baru pertama dikunjungi.

Menurutnya kunjungan tersebut terkait tupoksinya untuk  memonitoring apa saja yang telah dilaksanakan dan evaluasi utamanya terkait surat dari Nakertrans terkait kesepakatan TKA 10 persen dari tenaga lokal.

Selain itu Rusly juga menyatakan, faktor Keamanan merupakan hal yang sangat penting, demikian pula keselamatan kerja dan pendapatan yang tidak boleh bertentangan dengan peraturan  pemerintah.

Pada kesempatan itu Wagub juga mengharapkan agar masyarakat senantiasa menjaga protokoler kesehatan yakni menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak mengingat pandemi covid-19 dibeberapa daerah cenderung meningkat termasuk ibu kota Jakarta yang mengakibatkan ruang bangsal perawatan menjadi penuh. (*/ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini….