Seorang Ibu Muda di Palu Meninggal Gantung Diri

oleh -
Pihak Polsek Palu Timur saat mendatangi lokasi TKP, tepatnya di Lorong Bakso, Kelurahan Besusu Timur, Sabtu (12/9/2020). (Foto : Istimewa)

PALU, Kabar Selebes – Seorang ibu muda berinisial SI (28) Warga Jalan Besusu Timur, tepatnya lorong bakso, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur meninggal gantung diri, Sabtu (12/9/2020).

Informasi yang dihimpun media ini, SI baru beberapa hari melahirkan bayinya di rumah sakit Bhayangkara pada Sabtu (5/9/2020) pekan kemarin.

SI awalnya ditemukan ibunya yang diketahui bernama Nurhayati (52) sekitar pukul 05.30 Wita, usai melaksanakan shalat subuh.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Palu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Riza Faizal yang dikonfirmasi terkait hal tersebut via WhatsApp, membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada seorang ibu muda yang baru sepekan lebih melahirkan ditemukan meninggal gantung diri,” ujar Riza.

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan ibu kandung SI, ketika keluar dari kamar setelah melaksanakan shalat subuh, dirinya langsung melihat korban yang sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali ayunana di ruang tamu.

Sontak, Nurhayati pun langsung langsung berteriak memanggil anaknya serta tetangga untuk menurunkan korban.

Dari keterangan saksi kata dia, pada 8 September 2020 lalu, SI sempat bertengkar dengan suaminya berinisial (AI) akibat proses melahirkannya.

“Korban itu, melahirkan dengan usia kandungan tujuh bulan secara sesar. Saat Ini bayi korban masih dirawat di rumah sakit Bhayangkara dan berada di Incubator,” terangnya.

Ia menambahkan, pihak Polsek Palu Timur yang menerima laporan dari masyarakat juga langsung menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Kami belum mengetahui jelas motif dibalik kejadian ini, namun informasi sementara yang diperoleh, ada permasalahan rumah tangga pasca korban melahirkan. Alasan korban belum bisa mengurus urusan rumah tangga, sehingga seluruh pekerjaan rumah dikerjakan oleh suaminya. Pihak keluarga korban juga menolak untuk diotopsi. Alasannya karena ingin menguburkan jenazah korban hari ini,” tandasnya. ~

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 9.182 times, 2 visits today)