Jokowi Pastikan Ada 15 Hotel di DKI Siap Terima Pasien Covid

oleh -
Presiden RI Joko Widodo. (Dok. Biro Pers/Rusman)

Jakarta, Kabar Selebes — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah telah menyiapkan pusat-pusat karantina untuk pasien virus corona (Covid-19) yang bergejala ringan di provinsi DKI Jakarta. Pasien dengan gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG) ini tidak boleh melakukan isolasi mandiri karena berpotensi menular kepada keluarga.

“Pemerintah juga menyiapkan pusat-pusat karantina untuk pasien bergejala ringan agar tidak melakukan isolasi mandiri. Ini penting, yang berpotensi menularkan kepada keluarga,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas soal ‘Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’ yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (14/9).

Jokowi mengatakan, pemerintah telah bekerja sama dengan hotel bintang satu dan dua sebagai tambahan fasilitas karantina. Di Jakarta, kata dia, ada 15 hotel bintang dua dan tiga yang memiliki kapasitas 3 ribu.

“Ini tolong disampaikan, ada 15 hotel bintang dua dan tiga di Jakarta dengan kapasitas 3 ribu. Ini kita telah bekerja sama dengan grup-grup hotel yang ada,” katanya.

Mantan wali kota Solo itu dan Gubernur DKI itu juga memastikan ketersediaan tempat tidur dan ICU di rumah sakit rujukan pasien covid-19 di Jakarta.

Ia juga mengaku telah meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melakukan audit dan koreksi mengenai protokol keamanan tenaga kesehatan dalam menangani pasien dengan kasus berat.

“Untuk kasus-kasus yang berat, saya minta menkes segera melakukan audit dan koreksi protokol keamanan untuk tenaga kesehatan dan pasien di seluruh rumah sakit, sehingga rumah sakit betul-betul menjadi tempat aman dan tidak menjadi klaster penyebaran Covid,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah provinsi DKI Jakarta telah melarang warga yang positif covid-19 untuk isolasi mandiri di tempat tinggal. Isolasi harus dilakukan di tempat khusus yang disediakan. Jika ada warga positif covid-19 yang enggan ditempatkan di tempat isolasi, akan dijemput paksa oleh petugas kesehatan didampingi aparat penegak hukum.

RSD Wisma Atlet Rawat 1.662 Pasien per 14 September

Sementara itu, Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet merawat total 1.662 pasien pada hari ini, Senin (14/9). Pada hari pertama PSBB Jakarta yang diperketat lagi ini, ada tambahan 11 pasien baru yang menjalani perawatan isolasi mandiri di RSD Wisma Atlet.

“Perkembangan jumlah pasien rawat inap RSD Wisma Atlet, pasien rawat inap bertambah 11 orang menjadi 1.662 orang,” ujar Kepala penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian melalui pesan teks, Senin (14/9).

Berdasarkan rincian Aris, ada 1.661 orang di Wisma Atlet terkonfirmasi positif sementara 1 orang lain merupakan pasien suspek. Dari jumlah itu, sebanyak 845 laki-laki dan 817 perempuan.

Sementara rekapitulasi pasien yang terdaftar di wisma atlet kurun waktu 23 Maret-14 September 2020 berjumlah 14.914 orang. Sebanyak 13.124 pasien telah keluar dengan rincian 12.845 sembuh, 274 dirujuk ke RS lain, 5 pasien meninggal, dan 1 orang pergi tanpa izin.

Wisma Atlet sendiri telah menjadi tempat isolasi mandiri untuk pasien covid-19 dengan gejala ringan-sedang. Untuk menangani lonjakan pasien Covid-19 di DKI Jakarta, RSD Wisma Atlet membuka tower 4 dan 5 untuk menampung pasien.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut dua tower RSD Wisma Atlet dipersiapkan untuk merawat pasien Covid-19 yang sebelumnya disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Tower 4 dan 5 di Wisma Atlet diketahui memiliki kapasitas lebih dari 2500 kamar. RSD Wisma Atlet sendiri menggunakan total empat tower untuk merawat pasien Covid-19. Keempat tower itu, yakni tower 4, 5, 6, dan 7.

Pada masa PSBB total DKI Jakarta, Anies menyebut petugas kesehatan dan aparat keamanan akan menjemput warga yang positif Covid-19 namun enggan untuk isolasi terpusat di tempat yang sudah ditentukan.

“Semua yang ditemukan positif diharuskan untuk isolasi secara terkendali di tempat tempat yang telah ditetapkan. Bila ada kasus positif yang menolak isolasi di tempat yang telah ditentukan maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan bersama dengan aparat penegak hukum,” kata Anies di Jakarta, Minggu (14/9). (fma)

Sumber : CNNIndonesia.com

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 22 times, 1 visits today)