Sulteng Peringkat Empat Peredaran Narkoba Se- Indonesia

  • Bagikan
Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso saat melakukan pemusnahan barang bukti narkoba di Rutan BNN Provinsi Sulteng, Selasa (15/9/2020). (Foto: Mohammad Arief/Kabarselebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan peredaran narkoba di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) sangat mengkhawatirkan. Bahkan mirisnya lagi saat ini Sulteng menempati posisi Empat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di Indonesia.

Kepala BNN Provinsi Sulteng Brigjen Pol  Sugeng Suprijanto menyatakan, hasil itu diketahui melalui data prevalensi di Sulteng berdasarkan hasil survey Puslitdatin BNN RI tahun 2017 sebesar 1,70 %, dengan jumlah yang terpapar sebesar 36.594 jiwa.

Sedangkan hasil survey LIPI tahun 2019 data prevalensi meningkat menjadi 2,80 % dengan jumlah yang terpapar berjumlah 52.341 jiwa.

“Dengan perhitungan persentase tersebut menempatkan wilayah Sulteng peringkat Empat peredaran maupun penyalahagunaan narkoba Se Indonesia,” terangnya saat menggelar konferensi pers di BNN Provinsi Sulteng, Selasa (15/9/2020).

Lebih lanjut diterangkannya sejak Januari hingga Agustus 2020, pihak BNN telah mengungkap 15 kasus penyalahgunaan Narkoba di Sulteng dan  menetapkan 29 tersangka.

Dari kasus itu barang bukti yang disita oleh BNN adalah sabu sebanyak 1174,66 gram, Ganja 960 gram. Selain itu, rehabilitasi juga dilakukan kepada 344 pasien dengan melibatkan instansi pemerintah dan lembaga masyarakat.

Salah satu jaringan yang saat ini diupayakan untuk diputuskan adalah  jaringan Lapas Petobo yang dikendalikan oleh Napi Hj. Ijhal (Lapas Petobo) dan Napi Aking (Lapas Cipinang Jakarta).

Menurutnya upaya pengurangan  terus dilakukan secara berimbang melalui upaya pemberantasan. Langkah pemberantasan tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan jika tidak mengurangi permintaan narkoba melalui langkah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu Sugeng mengungkapkan sejak Januari – Agustus 2020, BNNP Sulteng telah melakukan diseminasi informasi hingga 2.072.162 orang. Dengan rincian 4.019 orang pelajar, 893 orang mahasiswa, 125 orang pekerja, dan 2.067.125 kelompok masyarakat.

BNNP Sulteng kata dia juga memberikan informasi tentang P4GN melalui media sosial, media cetak, maupun elektronik.

Dengan demikian Sugeng menyatakan, sebagai respon positif terhadap Pergub dan Instruksi Gubernur serta Instruksi Presiden, agar kiranya mendukung terselenggaranya Inpres No. 2 tahun 2020 yang merupakan tindak lanjut dari Inpres No. 6 Tahun 2018.

“Kita tidak mau generasi muda kita hancur karena Narkoba. Mari perang melawan Narkoba adalah kewajiban kita semua,” harapnya.

Sementara itu, Kepala kepolisian daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso menegaskan, negara tidak boleh kalah dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika.

“Kita adalah perwakilan negara, kita bersinergi, kita bersama-sama hadapi ini. Negara tidak boleh kalah dalam hal ini,” ungkap Irjen Pol Abdul Rakhman.

Kapolda menjelaskan, upaya pemberantasan narkotika segala macam jenis harus dilakukan dengan sinergitas antar-lembaga dan masyarakat baik dalam hal pencegahan maupun penindakan peredaran barang haram tersebut.

Dari sisi penindakan, harus memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran narkotika di wilayah kerja Polda Sulteng.

Apalagi kata dia, terdapat tiga wilayah rawan penyalahgunaan narkoba seperti wilayah Kelurahan Tavanjuka , Kelurahan Palupi serta Kayumalue kota Palu.

“Tindak tegas pelaku, kita tidak boleh kalah bila perlu libatkan langsung Brimob dan TNI satu Batalyon jika mereka melakuka perlawanan,” tegas Jenderal Bintang Dua itu. (maf/ap/fma)

Laporan : Mohammad. Arief

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan