Syarifudin Odjobolo Berharap Kandidat Tidak Bohongi Publik

oleh -

POSO, Kabar Selebes – Wakil ketua relawan bambu kuning, Syarifudin Odjobolo, atau yang akrab disapa Udin Odjobolo, menyayangkan sikap salah satu bakal pasangan calon (bapaslon) wakil bupati Poso, yang dinilainya melakukan pembohongan publik atau pembohongan kepada masyarakat.

Sebagai salah satu tim sukses untuk pemenangan bapaslon bupati dan wakil bupati, Darmin Agustinus Sigilipu-Amjad Lawasa, Udin Odjobolo, saat diwawancarai merasa perlu menanggapi sebuah rekaman video yang beredar di media sosial. Sebab dalam rekaman tersebut, banyak ditemukan fakta-fakta yang menurutnya menggambarkan pembohongan publik.

“Itu berpotensi mengumbar kebohongan kepada publik, maka menurut saya pantas untuk ditanggapi,” ujar Udin Odjobolo, Selasa (15/9).

Dalam rekaman video berdurasi 10 menit 23 detik itu, nampak bakal calon wakil bupati Poso, Yasin Mangun, sedang berbicara di hadapan masyarakat, di Desa Pinedapa, Kecamatan Poso Pesisir dalam suatu pertemuan. Yasin Mangun diketahui mendampingi dr Verna G M Inkiriwang sebagai bakal calon bupati Poso.

Berdasarkan penyampaiannya, Yasin menyebutkan bahwa semua bakal calon bupati yang berencana maju menjadi bupati Poso, baik yang kemudian mendapat dukungan partai politik dan mendaftarkan diri di KPU Poso. maupun tidak, telah mengajaknya untuk berpasangan, termasuk petahana.

“Petahana setau kami tidak pernah mengajak dia berpasangan. Begitu juga dengan anggaran pembangunan infrastruktur yang ia sebutkan, kami minta jangan membodohi masyarakat,” tandas Udin Odjobolo.

Menurut Udin, sangat jelas dan nyata, anggaran pembangunan infrastruktur dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020, 80% berada di desa sementara hanya 20% berada di kota. “Bedanya pada saat pemerintahan yang lalu sama sekali tidak membangun kota. Jangan dikatakan pada masyarakat justru sebaliknya,” tutur Udin.

Begitu juga dengan pembangunan jembatan Kayamanya-Bonesompe (Kabose), seperti yang disebutkan dalam penyampaian Yasin Mangun dalam video tersebut, menurut Udin tidak sesuai kebenaran. Karena diketahui anggaran pembangunan jembatan Kabose sama sekali tidak menggunakan  APBD DAU, tetapi diusulkan untuk ditangani melalui APBN.

 “Yang pasti kami mau luruskan, dana pembangunan jembatan atau jalan tidak bisa digunakan untuk membeli pupuk atau traktor, karena memang peruntukannya untuk membangun jembatan. Begitu juga dana pembangunan jalan dari APBD DAK tidak bisa digunakan membangun jalan-jalan desa, karena tidak sesuai dengan juknis petunjuk penggunanaannya,” urai Udin Odjobolo.

Sebagai salah satu tokoh masyarakat di wilayah Poso Pesisir, Udin Odjobolo meminta kepada semua kandidat, baik calon bupati maupuan wakil bupati yang akan maju dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang, untuk memberikan penyampaian atau promosi diri yang sesungguhnya mengandung kebenaran, tanpa harus membohongi masyarakat atau menjatuhkan sesama kandidat. (rkb/fma)

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 313 times, 1 visits today)