Dana Santunan Duka Tahap II Kota Palu Cair, Walikota: Dana Ajaib Ditengah Pandemi Covid-19

Walikota Palu, Hidayat (kanan), memberikan secara simbolis bantuan santunan duka tahap II kepada salah seorang ahli waris korban bencana gempa Bumi 28 September 2018 silam, di ruang rapat bantaya sekertariat daerah pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jum’at (18/9/2020). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Pemerintah kota Palu, melalui Walikota Drs. Hidayat  M.Si, pada Jum’at (18/9/2020), secara simbolis resmi menyalurkan dana santunan duka oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI tahap kedua, kepada para ahli waris korban bencana gempa bumi 28 September 2018 silam.

Total penerima dana santunan kali ini yakni sebanyak 1.324 jiwa dengan total kucuran dana sejumlah Rp.19.860.000.000, yang akan disalurkan melalui rekening Bank Mandiri kepada masing-masing penerima.

Adapun penyerahan secara simbolis itu diberikan kepada 10 penyintas, bertempat di ruang rapat bantaya Lantai 3 sekertariat daerah Kota Palu. Nantinya, untuk setiap ahli waris akan mendapatkan dana sebanyak 15 juta rupiah.

Turut hadir dalam kegiatan itu kepala subbidang (Kasubbid) Penanganan korban bencana alam Kemensos RI, Dra. Sunarti, M.Si, kepala dinas sosial Sulawesi Tengah (Sulteng), Ridwan Mumu, kadinsos Kota Palu, Romy Sandy Agung, Kepala Bank Mandiri Sulteng, serta pejabat terkait.

Pada sambutannya, Kasubbid penanganan bencana kemensos RI Dra. Sunarti, M.Si, menyatakan, awal terjadi bencana, pihaknya telah menyalurkan dana pemulihan sosial kepada korban terdampak bencana di Sulteng khususnya di daerah Palu, Sigi, Parigi Moutong dan Donggala.

Dana yang telah disalurkan kata dia yakni dana Jaminan hidup (Jadup) kepada 72.000 korban terdampak, dengan total anggaran sebesar 28 milyar “Khususnya untuk santunan ahli waris 1.906 jiwa dengan total anggaran 28.590.000.000. Kota Palu dalam hal ini mendapat sebanyak 1.383 jiwa senilai Rp.20.745.000.000,” terangnya.

Kemudian kata dia, untuk tahun 2020 ini, sesuai dengan usulan kepala daerah yang dilanjutkan oleh rekomendasi dinas sosial Provinsi Sulteng, ada total sebanyak 1.620 jiwa yang mendapatkan bantuan dengan total anggaran Rp.24.300.000.000.

“Khususunya untuk kota Palu total 1.324 Jiwa dengan anggaran Rp.19.860.000.000.,” jelasnya.

– Dana Ajaib Ditengah Pandemi Covid

Sementara itu Walikota Palu, Hidayat, mengaku tidak menyangka dengan dicairkannya dana santunan duka tahap kedua. Ia bahkan menyebut dana santunan duka merupakan dana ajaib, pasalnya pemerintah pusat saat ini tengah fokus untuk refokusing anggaran penanganan pandemi Covid-19. 

“Ini merupakan suatu keajaiban buat kita, ditengah-tengah kita menghadapi corona, ditengah-tengah pemerintah pusat membutuhkan dana yang begitu besar untuk menangani Covid-19,” ujarnya.

Dijelaskan Hidayat proses pencairan dana membutuhkan waktu yang sangat panjang. Proses ini kata dia dimulai sejak 26 Juni 2020, yang mana pihaknya menemui kementerian sosial untuk meminta dana guna memenuhi hak-hak penyintas kota Palu pasca bencana.

“Saya sampai merengek-rengek dihadapan pak menteri. Alhamdulillah menteri waktu itu menelpon Dirjen (Kepala BNPB). Dirjen langsung menyahuti mengatakan bahwa Kami siap membantu pemerintah kota Palu,” kata Hidayat.

Selain itu ia juga menyampaikan bahwa dana santunan duka tahap kedua kali ini merupakan dana terakhir yang diberikan pemerintah kepada ahli waris. 

“Tentunya kita harapkan tidak ada lagi yang tidak dapat. Kalaupun yang tidak dapat, saya kira tidak ada lagi bantuan. Ini data terakhir dari kita 1.324 orang,” tandasnya.

Demikian ia berharap, penerima dana bisa memanfaatkan dana yang diberikan dengan sebaik mungkin. Utamanya kata dia digunakan dalam hal kebutuhan yang mendesak, bahkan bisa dijadikan modal untuk membuka usaha.

–              Legakan Penantian Panjang Penyintas Palu

Usai menerima bantuan, salah satu warga penerima santunan duka di Kota Palu saat ditemui kabarselebes.id mengaku sangat berysukur dengan adanya bantuan. “Ini (Dana Santunan duka) kurang lebih bisa membantu banyak,” ujar Aji Koni Ahmad (64 tahun) Penyintas asal kampung Lere, kota Palu.

Bagi Aji, mendapatkan dana santunan duka merupakan suatu penantian yang panjang.  Terlebih kata dia, di Kampung Lere Kota Palu, hanya dia seorang yang belum mendapatkan dana santunan duka.

“Alhamdulillah sangat bersyukur sekarang” ujar Aji yang kehilangan satu keluarga pasca terdampak Tsunami.

Demikian Bapak paruh baya yang belum memiliki pekerjaan ini mengaku akan menggunakan dana untuk membuka modal usaha.

“Mudah-mudahan ini bisa membawa berkah, lumayanlah untuk usaha-usaha sedikit,” kata dia. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….