Tak Bayar Modal Batu Penimbunan Pembuatan Tanggul Palu, Perusahaan Sub kontrak PT. Adhi Karya Dilapor ke Polda Sulteng

oleh -

PALU, Kabar Selebes – Perusahaan Sub kontrak PT. Adhi Karya  yang melaksanakan pekerjaan penimbunan dan pembuatan tanggul pantai Talise tepatnya di Section 4 (Blok 4), dilaporkan ke Dirkrimum Polda Sulteng oleh pelaksana dan suplayer batu CV. Dimensi Baru Pratama.

Haji Hamsah Kasau, selaku pelaksana CV. Shihab Utama Karya, dilaporkan ke Polda Sulteng oleh Direktur CV. Dimensi Baru pratama gara-gara modal harga batu dan biaya pemasangan tanggul di Blok 4 sejak bulan Juni 2020 sampai dengan bulan September 2020 tidak pernah dibayarkan.

Padahal informasi yang diterima oleh pihak Cv. Dimensi baru pratama bahwa, PT. Adhi karya sudah membayarkan hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh Cv. Shihab Utama Karya. Namun perusahaan Sub kontrak tersebut tidak membayar harga batu dan biaya pelaksanaan yang dimodali oleh CV. Dimensi Baru Pratama.

Adapun nilai dana yang tidak dibayarkan sekitar Rp. 902.000.000, padahal Pihak PT. Adhi Karya setiap bulan selalu membayar kepada sub kontraknya.

Informasi  yang dihimpun oleh wartawan media ini, bahwa pekerjaan penimbunan dan pemasangan tanggul teluk Palu tersebut tendernya dimenangkan oleh PT. Adhi Karya.

Dan untuk blok 4, PT. Adhi Karya mengsubkan kepada CV. Shihab utama karya. Kemudian, CV. Shihab Utama Karya Mengsubkan lagi Kepada Haji Hamsah Kasau dengan menggunakan Modal dari CV. Dimensi Baru Pratama.

Saat dihubungi Kabarselebes.id per Sabtu (19/9/2020), Moh. Ikbal selaku direktur Cv. Shihab Utama Karya mengaku tidak tahu-menahu perihal pelaporan penggugat yang melibatkan perusahaanya.

Ia membantah bahwa pernah melakukan perjanjian kontrak bersama dengan Cv. Dimensi Baru Pratama untuk pengadaan batu pengerjaan tanggul. “Ada gak Kontrakku sama dia,? dia bisa buktikan gak kontrakku sama dia?,” ujarnya.

Pihaknya mengakui pernah melakukan pengadaan batu, akan tetapi tidak mengenal sama sekali pihak penggugat.

Ia kemudian mempertanyakan apa alasan pihak penggugat melaporkan perusahaanya. “Dasarnya dia (Penggugat) melapor saya apa? Saya nda pernah berhubungan sama dia, Saya juga nda pernah berhutang sama dia,” katanya.

Ketika ditanya pihak tergugat atas nama Haji Hamsah Kasau, ia membenarkan bahwa terlapor sempat bekerja di perusahaanya. “Kalau pak Hamsah mungkin dia ada kerja sama itu. Dia (Tergugat) kasi masuk batu ke saya, tapi disitu mungkin pakai uangnya,” katanya

Sementara itu, Haji Hamsah Kasau selaku tergugat dalam pengakuannya kepada penggugat menyatakan diperintahkan oleh perusahan untuk mencarikan modal dalam pengadaan Batu pengerjaan tanggul.

Sebelumnya ia mengaku tidak memiliki modal untuk pengadaan batu sampai akhirnya meminjam modal kepada penggugat atas perintah perusahaan.

Olehnya, Haji Hamsah membantah apabila pihak perusahan tidak mengetahui keterlibatannya untuk meminjamkan uang kepada Cv. Dimensi baru pratama.

“Saya tidak berani ambil pekerjaan ini. Seandainya kalau tau bikin-bikin penyakit saja. Seandainya ku tahu begini lamanya, buat apa lama bodoh saya, mending saya jual-jual batu saja,” katanya.

Demikian, Karena merasa Hak nya sudah 4 bulan tidak di bayarkan oleh Pelaksana cv. Shihab utama karya, maka direktur Cv. Dimensi baru pratama pada tanggal (8/9/2020) melaporkan hal ini ke Polda sulteng dengan Nomor Laporan : LP/310/IX/2020/SPKT.(ap/fma)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 418 times, 1 visits today)