ACT Sulteng Bantu UMKM di Sigi Lewat Program Wakaf Modal Usaha Mikro

Tim ACT Sulteng saat menyalurkan bantuan wakaf modal usaha mikro di Desa Soulowe Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Senin (21/9/2020). (Foto : doc ACT Sulteng for KabarSelebes.id)

SIGI, Kabar Selebes – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Sulteng berikan bantuan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi virus Covid-19 di Kabupaten Sigi.

Bantuan pelaku UMKM di Kabupaten Sigi tersebut, kali ini diperuntukan bagi dua kelompok usaha bawang goreng yang berada di Integrated Community Shelter atau ICS Desa Soulowe, Kecamatan Sigi Biromaru melalui program wakaf modal usaha mikro, Global Wakaf-ACT Sulteng.

Bantuan tersebut berupa modal usaha yang nantinya akan digunakan bagi pembelian bahan serta memodali pemasaran hasil bawang goreng kedua kelompok penerima manfaat.

Kelompok yang setiap kelompoknya dikelola sebanyak 10 orang tersebut pasca bencana 2018 silam, sebelumnya sempat berbenah dengan membentuk kelompok yang sama sekedar untuk menyambung hidup.

Namun, akibat pandemi virus Covid-19 yang terjadi sejak awal Maret lalu, membuat penjualan bawang goreng mandek.

Salah satu anggota kelompok usaha bawang goreng, Ertin (58) yang merupakan ibu dari dua orang anak mengaku mengandalkan kebutuhannya dari hasil berjualan bawang goreng.

“Produksi sempat berhenti lantaran kebanyakan pelanggan kami itu, kan warung makan, warung makan tutup, jadi otomatis rutinitas berjualan bawang goreng kami juga tidak jalan. Selama kondisi itu, saya bersama anak-anak menggantungkan hidup dari hasil pekerjaan suami yang bekerja serabutan sampai produksi kembali berjalan,” ujar Ertin kepada KabarSelebes.id, Senin (21/9/2020).

Ia mengaku, selama tidak berproduksi akibat pandemi virus Covid-19, dirinya juga sempat berjualan sayur, namun pendapatannya sangat menurun.

Di tempat yang sama, pendamping program pemberdayaan usaha bawang goreng di ICS Soulowe, Sisi Nursam Labaso membenarkan jika kelompok usaha bawang goreng yang dirintis para penyintas berhenti berproduksi ketika pandemi karena pembatasan sosial.

“Iya, usaha warga ini begitu menurun. Pemasaran juga jadi stuck. Tapi tetap ada penjualan dari hasil yang sudah diproduksi, kita jajakan di wilayah sekitar ICS saja. Soalnya tidak bisa mengirim ke daerah lain. Omzet kita juga turun sampai 70 persen,” ungkapnya.

Ia menuturkan, besar harapan warga, agar mendapatkan suntikan modal dikala kondisi pandemi saat ini.

Semoga kata dia, dengan program Wakaf Modal Usaha Mikro dapat membantu mengembangkan usaha pemberdayaan bawang goreng tersebut.

“Para pelaku usaha kecil ini mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Global Wakaf – ACT yang sudah memberikan support kepada kelompok usaha mikro seperti mereka,” katanya.

– Penerima Manfaat Diberikan Bantuan Modal Usaha Minimal Rp 500 ribu

Kepala Cabang ACT Sulteng, Nurmarjani Loulembah mengatakan, program tersebut sebagai salah satu bentuk solusi dalam menghadapi pandemi terhadap dunia UMKM.

Nantinya, setiap penerima manfaat akan mendapat bantuan modal usaha minimal Rp500 ribu.

“Program Wakaf Modal usaha Mikro ini ialah bantuan modal dengan skema bergulir. Harapannya, para penerima manfaat memiliki keinginan kuat untuk membangun usahanya lebih maju,” jelasnya.

Ia berharap, para wakaf dapat terus mendukung usaha pelaku UMKM dalam menggerakkan ekonomi kembali di Sigi.

Terutama, setelah bencana yang menyebabkan banyak sekali pelaku ekonomi, yang mencoba kembali bangkit.

“Olehnya, kami mengajak kepada para dermawan untuk selalu membersama mereka, salah satunya bisa melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro ini. Semoga dengan hadirnya amanah para dermawan dapat membuat mereka kembali berdaya seperti sebelumnya,” pungkasnya. (rlm/fma)

Laporan : Roy L. Mardani

Silakan komentar Anda Disini….