Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, SMAN Madani Palu Ajak Orang Tua Siswa Rapat Bersama

oleh -
SMAN Model Terpadu Madani. (Sumber : Int.)

PALU, Kabar Selebes – Menjelang rencana pembelajaran tatap muka yang akan dicanangkan mulai 1 Oktober 2020 mendatang, SMAN Model Terpadu Madani Palu mengajak orang tua siswa kelas X (10) untuk mengikuti rapat bersama.

Kepala SMAN Model Terpadu Madani Palu, Abdul Kadir saat ditemui Selasa (22/9/2020) mengatakan, pihaknya sengaja mengundang seluruh orang tua siswa kelas X untuk mengikuti rapat di sekolah guna membahas persiapan pembelajaran tatap muka.

Rapat yang dilaksanakan sebanyak tujuh sesi dengan memperketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersebut, pihak sekolah utamanya mensosialisasikan kepada orang tua mengenai mekanisme pembelajaran yang akan dilaksanakan.

“Penerapan pembelajaran tatap muka harus diketahui orang tua, apalagi sekolah sudah membuatkan surat pernyataan persetujuan orang tua untuk mengizinkan anaknya belajar tatap muka di sekolah. Jika mereka tidak setuju maka sekolah tidak akan melaksanakan pembelajaran tatap muka,” terang Abdul Kadir.

Dijelaskannya rencana proses pembelajaran akan dibuka mulai pukul 07.15 Wita – 10.30 Wita. Selama pembelajaran di sekolah, seluruh siswa wajib membawa makanan sendiri, pasalnya sekolah tidak akan memberikan izin kepada seluruh kantin untuk berdagang di sekolah.

“Selama proses pembelajaran tatap muka seluruh siswa tidak akan diberikan waktu istirahat karena mereka akan mengikuti pembelajaran selama 4 kali 45 menit. Setelah belajar mereka harus pulang dan tidak boleh lagi tinggal di sekolah. Mereka juga harus tetap mengikuti berbagai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama melaksanakan pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya menyatakan pembelajaran tatap muka untuk kelas X nantinya akan dibagi menjadi beberapa sesi. Masing-masing sesi akan dibagi menjadi dua dengan menyediakan total sebanyak tujuh kelas. Sehingga dengan penerapan ini siswa bergantian belajar selama sepekan.

Menurut Abdul Kadir, pihaknya sengaja membagi sesi pembelajaran menjadi dua sebab jika seluruh siswa kelas X didatangkan ke sekolah, maka akan membutuhkan 14 kelas. Apalagi kata dia melihat jumlah guru pengajar sangat terbatas, pembelajaran pastinya tidak akan maksimal.

Sementara itu kata dia, bagi siswa lainnya tidak datang ke sekolah tetap bisa mengikuti pembelajaran di jam yang sama melalui video live streaming.

“Jadi siswa di rumah bisa mengikuti pembelajaran seperti yang di sekolah bersama siswa lainnya,” katanya. (mg/ap/fma)

Laporan: Magang

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 56 times, 1 visits today)