Warga Parimo Wajib Tahu, Ini Sangsi Bagi yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan

Tim Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Parimo bersama personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP saat memberikan imbauan kepada salah seorang pemilik cafe di Kecamatan Parigi. (Foto : Istimewa)

PARIMO, Kabar Selebes – Warga Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulteng yang tidak patuh dan mengikuti imbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker ketika berada diluar rumah akan dikenakan sangsi berupa denda.

Selain warga, pemilik usaha seperti cafe, warung kopi, warung dan rumah makan akan dikenakan sangsi berupa denda jika tidak menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan dan menegur pengunjung yang tidak menggunakan masker.

Demikian diungkapkan perwakilan Tim Satgas Penanganan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Parimo, Marsel kepada sejumlah awak media usai menggelar razia serta bagi-bagi masker yang dilaksanakan disejumlah tempat keramaian di Kecamatan Parigi pada Senin malam.

Marsel mengatakan, penerapan sangsi berupa denda tersebut akan diberlakukan pada Oktober mendatang, menyusul akan diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) atau Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal penerapan protokol kesehatan memasuki masa new normal.

Ia menuturkan, bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker pada saat diberlakukan sangsi tersebut akan dikenakan denda per orang.

Sedangkan khusus pemilik usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan kata dia, akan diberikan denda senilai Rp 200 ribu.

Namun, jika masih kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan atau menolak pengunjung yang tidak gunakan masker, usahanya akan ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Tahapan awal ini, kami baru berikan imbauan dan sosialisasi terkait sangsi berupa denda yang sudah dilaksanakan sejak beberapa hari, agar mereka nanti tidak kaget atau komplen. Selain mengunjungi sejumlah tempat keramaian, kami juga menggelar razia serta bagi-bagi masker dijalanan khusus pengendara,” terangnya. (rlm/fma)

Laporan : Roy L. Mardani