Bantu Siswa Belajar Online, Polda Sulteng Berikan Bantuan Wifi Gratis

  • Bagikan
Kapolda Abdul Rakhman Baso dan Gubernur Longki Djanggola berpose bersama siswa dan siswi usai menyerahkan bantuan handphone. (Foto : Rifaldi Kalbadjang/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Guna meringankan beban para orang tua siswa dan siswi dalam proses pembelajaran online atau dalam jaringan (Daring) ditengah pandemi Covid-19, Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sulteng memberikan bantuan wifi gratis bagi penyintas di Hunian Sementara (Huntara) yang ada di Kota Palu, Senin (28/9/2020).

Selain memberikan bantuan wifi gratis, Kapolda Juga menyerahkan 10 unit handphone bagi para siswa dan siswi yang ada di lokasi Huntara.

Dalam handphone yang diserahkan tersebut sudah berisikan kartu perdana dengan kuota 10 Gb.

Pemberian bantuan wifi gratis tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kepolisian (Kapolda) Sulteng, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Drs. Abdul Rakhman Baso, SH bersama Gubernur Drs. Longki Djanggola, M.Si dan Pimpinan Bank Indonesia perwakilan Sulteng M. Ikram Abdul Madjid yang dilaksanakan di Huntara Jalan Batu Bata Indah Palu, Kelurahan Tatura, Kecamatan Palu Selatan.

Rakhman dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya bantuan wifi gratis tersebut diharapkan dapat mengurangi beban para orang tua siswa, terkait permasalahan kuota internet selama pembelajaran secara daring yang diterapkan oleh pemerintah.

“Mungkin dengan adanya wifi gratis ini, para orang tua sedikit lega. Pasalnya tidak lagi membeli paket internet untuk anak, agar bisa mengikuti belajar online,” ujarnya.

Ia mengatakan, bantuan wifi gratis tersebut merupakan sinergitas antara Kepolisian, TNI, Pemerintah Provinsi (Pemprov), perbankan dan Telkom sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dimasa pandemi Covid-19, khususnya di Sulteng.

Ia menyebutkan, layanan internet tersebut telah dipasang dibeberapa titik lokasi, yaitu Huntara di Ponegoro sebanyak dua access point, Huntara Batu Bata Indah sebanyak satu access point dan Huntara Petobo sebanyak dua access point dengan menggunakan wireless router kapasitas 50 Mbps.

Ia berharap, fasilitas tersebut hanya dipergunakan bagi proses belajar mengajar para siswa dengan metode daring serta tidak dipergunakan untuk kepentingan yang lain.

Salah seorang penyintas, Rahmatia mengaku sangat berterima kasih atas bantuan wifi gratis dalam membantu proses belajar daring siswa dan siswi.

“Bantuan tersebut sangat membantu, terutama tentang pembelian paket internet,” tandasnya. (rkb/rlm)

Laporan : Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan