Komunitas Anak Muda Desa Lemusa Bangun Desa Pasca Bencana

oleh -

PARIMO, Kabar Selebes – Komunitas anak-anak muda Desa Lemusa Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong yang tergabung dalam Rumah Sangga Lemusa, berinisiatif membangun kembali desa mereka pasca bencana alam yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Komunitas ini berdiri sejak awal tahun 2019, beberapa bulan setelah bencana gempa bumi dahsyat yang menyebabkan sejumlah rumah di kabupaten Parigi Moutong rusak dan belasan orang di wilayah ini meninggal dunia. Di desa Lemusa sendiri, beberapa rumah rusak.

Salah satu aktifitas mereka, melakukan riset pengumpulan data mengenai sejarah desa mereka yang berkaitan dengan bencana dan mendata apa saja potensi bencana sekaligus potensi ekonomi di desa mereka.

Ketua komunitas Rumah Sangga Lemusa (RSL) Julianto mengatakan, penelitian pasca bencana mereka melakukan pemetaan sosial dan pemetaan geospasial untuk melihat kondisi desa mereka berdasarkan data. Data itu kemudian mereka tuliskan dan sampaikan kepada pemerintah desa untuk dijadikan sebagai salah satu bahan dalam menyusun rencana pembangunan desa.

Desa Lemusa menjadi salah satu wilayah di kabupaten Parigi Moutong yang sering dilanda banjir. Pada 14 Juli 2020 lalu, banjir yang berasal dari sungai Olonjongi menghantam desa Lemusa, Boyantongo, dan Olobaru. Di desa Lemusa, sebanyak 26 kepala keluarga harus mengungsi karena rumah mereka rusak oleh banjir. Sebelumnya banjir yang lebih besar terjadi pada 26 Agustus 2012. Banjir bandang ini menyebabkan 1 orang warga meninggal dunia. Di desa Lemusa, belasan hektar sawah masyarakat tertimbun pasir, akibatnya persawahan itu tidak bisa ditanami padi hingga sekarang.

Berangkat dari pengalaman itu, Julianto mengatakan, mereka berupaya melakukan penelitian yang bisa digunakan oleh masyarakat dalam menghadapi bencana dimasa mendatang. Sebab selain banjir yang hampir saban tahun terjadi, desa Lemusa juga menjadi salah satu wilayah yang rawan saat gempa bumi terjadi. Pada peristiwa bencana 28 September 2018, beberapa rumah warga Lemusa juga rusak.

Untuk mempersiapkan warga jika suatu waktu terjadi bencana, mereka juga saat ini sedang membangun papan-papan penanda untuk dijadikan panduan mengungsi. Selain akan memasang papan penanda itu, anak-anak muda Lemusa juga sedang mengembangkan ekonomi komunitas berdasarkan potensi yang ada di desa mereka.

Stefan, salah seorang anak muda Lemusa mengatakan, desa mereka kaya dengan kelapa. Karena itu, mereka berencana mengajak anak-anak muda setempat untuk memanfaatkan buah kelapa yang melimpah bukan hanya untuk dijadikan kopra tetapi juga minyak kelapa. Memanfaatkan potensi lain, anak-anak muda Lemusa juga memanfaatkan lahan subur mereka untuk membuat kebun bersama dengan menanam jagung.

Mengajak pemuda untuk aktif dalam membangun kembali desa pasca bencana menurut Andi Rolis, salah seorang pemuda Lemusa sangat penting, karena peran mereka bisa sangat besar ketika bencana terjadi. Seperti saat bencana banjir pada bulan Juli lalu, anak-anak muda desa Lemusa kemudian membentuk posko untuk membantu para pengungsi. Peran anak-anak muda Lemusa juga terlihat begitu besar ketika pandemi Covid-19 mulai menjangkau Sulawesi Tengah. RSL bersama anak-anak muda desa dengan sigap membentuk posko pemeriksaan di perbatasan desa. Mereka berinisiatif menyemprotkan desinfektan setiap kendaraan yang masuk ke desa.(rdm)

Laporan : Ryan Darmawan

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 63 times, 1 visits today)