7 Karyawan PT.Bank Sulteng Positif Corona, Kantor Payment Point Ditutup Sementara

PALU, Kabar Selebes – 7 orang karyawan/ti Kantor PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Bank Sulteng) terkonfirmasi Positif Virus Corona (Covid-19).

Hasil itu diketahui setelah PT. Bank Sulteng melakukan rapid diagnostic test (RDT) kepada 300 Karyawan Cabang Utama, Cabang Palu Barat, Cabang Sigi, atau Karyawan yang baru saja selesai melaksanakan pendidikan.

Dari hasil RDT terdapat 40 karyawan yang Reaktif dan sesuai Protokol Tetap (protap) wajib dilanjutkan ke tahap test usap. “Dari hasil test usap (Swab Test) terdapat 7 orang karyawan yang terkonfirmasi positif Corona dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG sebanyak 6 orang dan 1 orang dengan gejala klinis,” terang PT.Bank Sulteng dalam keterangan tertulis yang dikutip kabarselebes.id, Jumat (2/10/2020).

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, PT. Bank Sulteng akan menutup sementara beberapa Kantor Payment Point yang diantaranya RS.Undata, RS.Madani dan Gedung Workshop sampai situasi terkendali.

Dalam keterangannya perusahaan juga akan berkomitmen menjalankan tindakan preventif untuk menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan dan nasabah.

Sementara, menindaklanjuti hasil test Bank Sulteng telah melakukan kordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng melalui Gugus Covid-19 PT.Bank Sulteng untuk melakukan isolasi mandiri bagi karyawan yang terpapar di tempat yang telah disiapkan oleh Pemerintah.

Selain itu, dilakukan tindakan seperti contact tracing, melakukan penyemprotan disinfektan serta mengatur operasional bank untuk menjaga kesehatan dan keamanan karyawan dan nasabah.

Rahmat Abdul Haris, Direktur Utama PT.Bank Sulteng mengatakan Bank Sulteng merupakan salah satu sektor dari 11 sektor yang wajib beroperasi selama pandemi mengingat perannya yang juga cukup penting bagi masyarakat.

Rahmat menuturkan dalam menjalankan operasional, Bank Sulteng telah melakukan protokol pencegahan Covid-19 baik untuk nasabah dan pegawai.

Upaya itu diantaranya dilakukan dengan pengecekan suhu tubuh, kewajiban memakai masker, penyediaan pencuci tangan, pengaturan jumlah nasabah di area banking hall dengan jarak aman satu meter, dan pemasangan partisi acrylic serta melakukan isolasi mandiri dan Work From Home (WFH) agar jumlah karyawan kapasitasnya tidak lebih dari 50 persen.

“Kami sangat bersyukur saat ini karyawan tersebut dalam kondisi stabil dan sudah ditangani

dengan baik di salah satu tempat Isolasi dan Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya. (*/ap/fma)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….