Mudahkan Warga Peroleh Akta Kelahiran, Pemkab Sigi Gandeng 2 Puskesmas dan 2 RS

Plt Bupati Sigi, Sisliandy menyaksikan langsung penandatanganan kerjasama antara Pemkab Sigi bersama Direktur Puskesmas Biromaru, Puskesmas Sangurara, Rumah Sakit Ibu dan Anak Nasapura serta RS Woodwar Palu. (Foto : Muhammad Sobirin/KabarSelebes.id)

SIGI, Kabar Selebes – Sebagai upaya memudahkan warga dalam memperoleh akta kelahiran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Provinsi Sulteng melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) resmi menggandeng Puskesmas Biromaru, Puskesmas Sangurara, Rumah Sakit Ibu dan Anak Nasapura serta RS Woodwar Palu.

Program yang diinisiasi bersama Unicef tersebut diresmikan langsung Plt Bupati Sigi, Sisliandy melalui penandatanganan perjanjian kerjasama program akta kelahiran online atau disebut ‘Pagar Air’ bersama Direktur Puskesmas Biromaru, Puskesmas Sangurara, Rumah Sakit Ibu dan Anak Nasapura dan RS Woodwar Palu, Jumat (2/10/2020).

Dalam kegiatan tersebut turut pula hadir Plt Kepala Disdukcapil Provinsi Sulteng serta perwakilan dari Unicef.

“Sebenarnya program ini telah dilaunching pada bulan September oleh Bupati, Muhammad Irwan. Jadi kegiatan hari ini merupakan lanjutan dan keseriusan dari Pemkab Sigi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kepala Disdukcapil Sigi, Posobongan saat memberikan sambutannya.

Dijelaskannya, dari empat tempat bersalin tersebut, tiga diantaranya berada di Kota Palu.

Pasalnya, Puskesmas dan RS yang dipilih tersebut, merupakan lokasi yang sering kali dijadikan rujukan warga Kabupaten Sigi saat persalinan.

Nantinya, kata dia, warga yang melakukan persalinan di empat tempat tersebut langsung memperoleh akta kelahiran serta perubahan di Kartu Keluarga (KK).

“Prosesnya mudah, mungkin sekitar 35 menit sudah jadi. Yang jelas, ketika mereka keluar setelah melahirkan sudah memperoleh akta kelahiran dan perubahan KK,” imbuhnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah berupaya, agar pelayanan dapat dirasakan oleh seluruh wilayah di Kabupaten Sigi dengan mengoptimalkan layanan di masing-masing kecamatan.

“Jika sudah berjalan normal, maka masyarakat tidak lagi mengantri di kantor. Karena berdasarkan data, setiap harinya ada sekitar 100 orang mengantri, terlebih program ini dapat lebih efektif ditengah pandemi,” katanya.

Sisliandy selaku Plt Bupati Sigi berharap, program tersebut tidak hanya sekadar berhenti di output.

Namun, asas manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Ia berjanji akan mensosialisasikan program tersebut hingga ke tingkat bawah, sehingga masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaatnya.

“Kami akan berupaya membenahi seluruh perangkat yang ada ditingkat bawah, agar program tersebut dapat merata,” tandasnya. (sob/rlm/fma)

Laporan : Muhammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini….