Pasien Terpapar Corona Meningkat, Pengelola Hotel dan Restoran Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

oleh -
Ferry Taula

PALU, Kabar Selebes – Meningkatnya jumlah pasien yang terpapar corona atau virus Covid-19, seluruh pihak pengelola hotel maupun restoran, khususnya di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) diminta tingkatkan kewaspadaan.

Hal itu, disampaikan Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulteng, Fery Taula kepada KabarSelebes.id, Ahad (4/9/2020).

Fery mengatakan, kenaikan jumlah pasien terpapar corona sangat berdampak sekali ke sektor pariwisata.

Akibatnya, kunjungan yang sempat naik saat ini kembali mengalami penurunan lagi, karena masyarakat banyak yang membatasi aktivitasnya di luar rumah.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan sudah sesuai dengan ketentuan Kemenparekraf RI yang juga terkompilasi bersama BPP PHRI.

“BPD PHRI Sulteng mengimplementasikan 3 M yaitu, Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan  Mencuci Tangan. Hal itu, sebagai wujud pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dikatakannya, banyak kegiatan yang seharusnya dilaksanakan saat ini tertunda, karena adanya Covid-19.

Begitu pula dengan tingkat okupansi yang sejak adanya tatanan kehidupan baru atau New Normal telah menunjukan peningkatan 40-45 persen.

Namun, tingkat okupansi hotel di Kota Palu, kini turun hingga 20 persen.

Ditambah lagi, para pelaku perjalanan pastinya, juga akan menunda atau bahkan sampai membatalkan kunjungan.

“Jika sudah seperti itu, otomatis transaksi ekonomi tidak jalan,” katanya.

Menanggapi kondisi itu, kata dia, PHRI juga berupaya menaikkan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan dan penanganan Covid-19 oleh semua pihak terkait.

Menurutnya, stigma negatif, bahwa penambahan kasus positif disuatu daerah bisa sangat berimbas pada sektor pariwisata.

Dengan begitu, PHRI akan lebih meningkatkan koordinasi dengan pelaku industri hotel dan restoran maupun pihak terkait di Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dalam hal imbauan.

“Bahkan, PHRI Sulteng sebenarnya meminta, agar pekerja yang sempat di rumahkan dipanggil kembali di bulan ini. Tetapi karena dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19 begitu berpengaruh sangat signifikan, terpaksa kita tunda dulu sampai situasi kembali aman,” bebernya. (rkb/rlm)

Laporan : Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini....