Program KUR BRI Bagi Pekerja yang Di-PHK dan IRT Produktif, Begini Persyaratannya

Pimpinan BRI Cabang Palu, Ekwan Darmawan

PALU, Kabar Selebes – Program Kredit Usaha Rakyat atau KUR Super Mikro yang diluncurkan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Persero ditengah pemulihan ekonomi nasional (PEN) lebih mengutamakan pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan ibu rumah tangga (IRT), yang menjalankan usaha produktif.

Persyaratannya, penerima KUR adalah usaha mikro dan lama usaha calon penerima KUR tidak dibatasi, minimal enam bulan.

Sedangkan, lama usaha bisa kurang dari enam bulan dengan syarat mengikuti program pendampingan, tergabung dalam suatu kelompok usaha, atau memiliki anggota keluarga yang telah memiliki usaha.

Kemudian, bagi pekerja yang terkena PHK tidak diwajibkan memiliki usaha, minimal tiga bulan dengan mengikuti pelatihan tiga bulan pula.

Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 8 Tahun 2019.

Demikian diungakapkan Pimpinan BRI Cabang Palu, Ekwan Darmawan kepada KabarSelebes.id di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, calon penerima akan mendapatkan pembiayaan dengan limit hingga Rp10 Juta dan bunga nol persen.

KUR Super Mikro, kata dia, skemanya ditetapkan oleh pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sejauh ini, plafon KUR Super Mikro yang telah direalisasikan mencapai Rp4.031.000.000, dengan jumlah 435 debitur.

Sedangkan, khusus KUR Mikro, hingga kini BRI Cabang Palu telah menyalurkan kurang lebih sekitar Rp77.634.000.

“Memang kami sekarang harus membangun pondasi yang kuat dengan menyasar sektor UMKM sampai dengan mikro. Melalui program tersebut, diharapkan bisa membuat pelaku usaha bertahan ditengah kondisi ekonomi yang belum pulih,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut mulai diperkenalkan ke masyarakat sejak awal September 2020.

Hal itu, sebagai upaya dalam membantu menggairahkan roda perekonomian pelaku usaha  yang semakin terimbas akibat pandemi virus Covid-19.

Menurutnya, pada sektor produktif harus mendapat perhatian khusus, agar terus terlihat bergerak.

“Ekonomi kita sekarang ini sedang mengalami keterpurukan yang diakibatkan masalah pandemi. Perlu ada dukungan lebih untuk masyarakat kalangan bawah,” terangnya. (rkb/rlm)

Laporan : Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini….