Tak dapat Keringanan Kredit saat Pandemi, Seorang Nasabah Datangi Kantor BFI Finance Palu

Benyamin saat mendatangi Kantor BFI Finance Cabang Palu didampingi Marselinus yang merupakan salah satu anggota DPRD Palu. (Foto : Rifaldi Kalbadjang/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Seorang nasabah yang diketahui bernama Benyamin keluhkan kebijakan BFI Finance Cabang Palu ditengah pandemi corona atau virus Covid-19.

Kebijakan BFI Finance Cabang Palu dianggap sangat memberatkan nasabah, terlebih lagi ditengah kondisi pandemi yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

“Karena merasa keberatan, saya mendatangi Kantor BFI Finance Cabang Palu,” ujar Benyamin yang mengaku didampingi salah satu anggota DPRD Kota Palu, Marselinus saat mendatangi Kantor BFI Finance Cabang Palu, Senin (5/10/2020).

Ia menjelaskan, pada awal April lalu, dirinya sempat mendatangi Kantor BFI dan disarankan untuk menghubungi call center BFI.

Kemudian, dirinya mendapat penjelasan, bahwa kredit dengan pinjaman dibawah Rp1,5 Miliar dan pancar membayar sampai dengan Maret  2020, berhak mendapat restrukturisasi dari BFI.

Hal itu, kata dia, sejalan dengan arahan dan kebijakan dari pemerintah di masa pandemi virus Covid-19.

Tak berselang lama, pihak BFI kembali menghubunginya dan menyuruh dirinya untuk mengisi formulir permohonan lewat website resmi BFI.

Setelah selesai mengisi formulir permohonan di website resmi BFI, kemudian pihak BFI menyuruhnya untuk menunggu hasil keputusan selama sebulan lamanya.

Namun, setelah sebulan tidak ada kabar, ia pun berinisiatif untuk kembali menghubungi pihak BFI dengan maksud menanyakan terkait hal itu.

Pasalnya, dari penjelasan call center BFI tersebut menyerahkan sepenuhnya keputusan itu, kepada pimpinan BFI Finance Cabang Palu.

“Setelah mendapat penjelasan itu, saya pun kemudian langsung menghubungi salah satu petugas BFI Finance Cabang Palu. Petugas BFI Finance Cabang Palu tersebut memberikan kepada saya hitungan kalkulasi secara lisan. Otomatis, saya menolak perhitungan tersebut,” bebernya.

Lanjut ia mengatakan, kebijakan pihak BFI Finance Cabang Palu bukannya memberikan solusi atau jalan keluar, justru mengiriminya surat penegasan hutang bersama denda.

Menanggapi masalah itu, Marselinus yang merupakan wakil rakyat mengaku menyesalkan sikap pihak BFI Finance Cabang Palu.

Menurutnya, ada banyak kebijakan terkait penundaan pembayaran diberikan kepada warga, khususnya yang terdampak pandemi virus Covid-19.

Namun, hal tersebut justru tidak dilakukan, meski warga telah mengajukan penundaan.

“Saya sangat sesalkan, kenapa BFI tidak bisa memberikan kebijakan. Padahal beliau ini (Benyamin) salah satu nasabah terbaik BFI dan hal itu, diakui juga oleh perwakilan BFI saat kita berdialog,” ungkapnya.

Menurut politisi Perindo tersebut seharusnya etikat baik dari masyarakat direspon dan tidak diabaikan.

Olehnya, ia berharap, apa yang menjadi keluhan tersebut dapat direspon dengan baik oleh pihak BFI Finance Cabang Palu.

“Harusnya masalah ini dapat disikapi dengan bijak. Ketika ada nasabah yang memiliki rekam jejak baik dalam pembayaran, kenapa justru tidak mendapatkan perlakuan baik. Jangan nanti mau menawarkan prodak baru baik ke orang,” tandasnya.

Sayangnya kedatangan Benyamin dan Anggota DPRD Palu Marselinus tidak ditemui oleh pimpinan BFI. Kepala Cabang BFI Palu saat itu sedang tidak berada di tempat.(rkb/rlm)

Laporan : Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini….