Potensi Sektoral Parimo Pertanian dan Perikanan, Bappelitbangda : Kita Masih Diuntungkan

Novi Banda

PARIMO, Kabar Selebes – Potensi sektoral di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) adalah pertanian dan perikanan. Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB yang merupakan indikator perhitungan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah untuk sector pertanian dan perikanan dinilai masih dapat memberikan keuntungan.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parimo, Nur Noviyanti Bandha kepada KabarSelebes.id di ruang kerjanya, Selasa (6/10/2020).

Dijelaskannya, berdasarkan PDRB, terdapat sebanyak 17 indikator yang mengalami perubahan klasifikasi di tahun 2015, yang sebelumnya hanya sekitar sembilan indikator saja.

Dari 17 indikator tersebut, kata dia, diantaranya menyebutkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Dilihat dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Parimo menurutnya, dapat diasumsikan bahwa dengan potensi sektoral tersebut masih diuntungkan.

Apalagi, Presiden Joko Widodo melalui pemberitaan di salah satu media nasional menyatakan, bahwa Sektor pertanian penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi ditengah pandemi.

“Jadi, Kabupaten Parimo yang memiliki sektor potensial pertanian dan perikanan,  untuk indikator PDRB-nya, pertumbuhan ekonominya diharapkan dapat tumbuh positif.  Kita bicara soal ekonomi makro,” ujarnya.

Bahkan, meskipun di tengah kondisi saat ini, pemerintah terus aktif dalam program-program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Contohnya, dari sektor pertanian, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait salah satunya adalah  terus melakukan pengawasan terhadap pupuk bersubsidi yang diperuntukan bagi petani, yang dinilainya sangat membantu.

Begitu pula dengan bantuan-bantuan untuk para nelayan, dari OPD terkait tetap melaksanakannya, agar para nelayan tetap mempertahankan ekonominya.

Menurut Novi, dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Parimo tetap ada, tetapi tidak sesignifikan atau belum terlalu seperti kota-kota besar yang bergantung pada sektor industri dimana terjadi  Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK berdasarkan data kementrian tenaga kerja bahwa ada 2,8 juta kasus PHK terjadi selama masa pandemi ini. 

“Berbeda di Kabupaten Parimo dimana hampir 60 persen penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan. Aktifitas masyarakat masih tetap berjalan seperti biasa. Contohnya aktifitas jual beli di pasar. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi berjalan normal. Walaupun belum terlalu berdampak “sampai saat ini” bukan berarti kita lantas gegabah dan tidak mempersiapkan diri dalam menghadapi pengaruh pendemi ini,” tandasnya. (rlm)

Laporan : Roy L. Mardani

Silakan komentar Anda Disini....